Festival Benang Lawe, Bupati Klaten: Benang Lawe dan Lurik Pedan Harus Kembali Mendunia

Semangat melestarikan warisan budaya sekaligus menggerakkan perekonomian lokal mewarnai penyelenggaraan Festival Tenun Benang Lawe Pedan yang digelar di Lapangan Gelora, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Sabtu (18/7/2026). Festival ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali mengangkat kejayaan benang lawe dan kain lurik Pedan yang telah dikenal sejak ratusan tahun silam.

Festival Benang Lawe, Bupati Klaten: Benang Lawe dan Lurik Pedan Harus Kembali Mendunia

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi inisiatif masyarakat dan panitia dalam menghadirkan festival yang mengangkat potensi unggulan Kecamatan Pedan. Menurutnya, Pedan memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat perdagangan dan industri tenun yang pernah berjaya, bahkan dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional.

"Pedan memiliki sejarah yang sangat panjang. Bicara benang lawe dan lurik, kita sedang berbicara tentang warisan yang pernah mengharumkan nama daerah ini. Dahulu, aktivitas perdagangan berkembang pesat dan menjadikan Pedan sebagai kawasan yang maju. Sejarah besar itu harus kita gali kembali agar generasi muda semakin bangga terhadap identitas daerahnya," tuturnya.

Ia menjelaskan, Festival Tenun Benang Lawe menjadi salah satu langkah nyata untuk menghidupkan kembali kejayaan benang lawe dan kain lurik Pedan. Melalui festival tersebut, masyarakat diajak mengenal kembali sejarah, budaya, serta potensi ekonomi yang dimiliki daerah.

Mas Hamenang juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang mampu menyelenggarakan festival meski dengan berbagai keterbatasan. Menurutnya, semangat kolaborasi menjadi modal penting untuk mengembangkan festival agar semakin besar dan memberikan manfaat yang lebih luas.
"Pemerintah Kabupaten Klaten tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga siap berkolaborasi. Ke depan, kami berharap festival ini dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun dengan skala yang semakin besar, semakin luas, dan semakin berdampak bagi masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, Mas Hamenang menegaskan bahwa penyelenggaraan festival tidak hanya berfungsi sebagai upaya pelestarian budaya, tetapi juga menjadi strategi untuk memperkuat branding benang lawe dan kain lurik khas Pedan. Di sisi lain, kegiatan seperti ini diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

"Sudah menjadi sebuah rumus bahwa ketika ada festival, ada kegiatan, dan ada keramaian, maka ekonomi akan bergerak. Karena itu, festival seperti ini harus terus didukung agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Pedan sebagai sentra tenun dan lurik yang kembali dikenal luas," pungkasnya.

(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)

Dokumentasi/Foto lainnya :

↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ 


Click Here To See More

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0