Atasi Kekeringan, Bupati Klaten Dropping Air Bersih ke Empat Desa di Kemalang
Pemerintah Kabupaten Klaten terus melakukan upaya penanganan kekeringan dan krisis air bersih di wilayah rawan kekeringan. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo didampingi Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten dan sejumlah kepala OPD terkait menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Kecamatan Kemalang, Selasa (1/9/2026).
Mas Hamenang mengatakan, distribusi air bersih ini dilakukan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan. Setiap hari, Pemkab Klaten menyalurkan sekitar 15 tangki air bersih ke wilayah atas, khususnya untuk empat desa di Kecamatan Kemalang. Ia menambahkan penanganan krisis air bersih tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah saja, tapi Pemkab Klaten juga menggandeng berbagai pihak, termasuk dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) serta stakeholder lainnya.
“Hari ini kita dropping air bersih. Setiap hari kurang lebih 15 tangki kita alirkan ke atas. Sasarannya empat desa di Kecamatan Kemalang. Jadi di penanganan kekeringan ini, kami juga bekerja sama dengan banyak stakeholder,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Hamenang juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Dewan Dakwah Indonesia yang turut membantu penyediaan sumber air untuk masyarakat. Lembaga tersebut memiliki pompa dan tampungan air yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
“Alhamdulillah kita mendapatkan bantuan dari Dewan Dakwah Indonesia. Beliau-beliau sudah punya pompa lama dan tampungan air. Kemarin kita komunikasikan, alhamdulillah bisa dipergunakan,” jelasnya.
Pemkab Klaten selanjutnya akan mengupayakan pembangunan jaringan perpipaan dari sumber air tersebut. Dengan adanya pipanisasi, air dari sumur dan tampungan yang tersedia diharapkan dapat dialirkan ke wilayah yang membutuhkan, khususnya Desa Sidorejo dan Kendalsari.
“Bahkan nanti insyaallah akan diusahakan pipanisasinya, sehingga sumur yang dimiliki beliau dan tandonnya insyaallah bisa kita naikkan ke atas untuk mengaliri Sidorejo dan Kendalsari. Sehingga insyaallah ini bisa mengurangi permasalahan kekeringan air yang ada di Kabupaten Klaten,” imbuh Mas Hamenang.
Sementara itu, untuk Desa Tlogowatu dan Tegalmulyo, Pemkab Klaten tengah mengupayakan pembangunan sumur melalui dukungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Mas Hamenang berharap pembangunan tersebut dapat segera direalisasikan sehingga menjadi solusi jangka panjang bagi pemenuhan kebutuhan air masyarakat. Bahkan, Pemkab Klaten sendiri menargetkan persoalan krisis air bersih di wilayah tersebut dapat semakin teratasi hingga mendekati 100 persen pada tahun-tahun mendatang.
“Harapan kita tahun depan sudah hampir clear 100 persen permasalahan krisis air bersih di Kabupaten Klaten,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Mas Hamenang mengungkapkan, tren kekeringan dan kebutuhan dropping air bersih di Kabupaten Klaten dari tahun ke tahun menunjukkan penurunan. Hal tersebut tidak lepas dari berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah, termasuk melalui peningkatan layanan penyediaan air oleh PDAM serta pembangunan sarana dan prasarana pendukung.
“Pelan-pelan nanti akan kita selesaikan permasalahan kekeringan dan krisis air di empat desa ini. Alhamdulillah kalau trennya dari tahun ke tahun sudah menurun karena kita intervensi PDAM dan segala cara lain, akhirnya menurun. Semoga beberapa tahun ke depan sudah clear 100 persen, sehingga masyarakat di wilayah atas tidak lagi mengalami kendala air bersih,” pungkasnya.
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?