Apel Gelar Pasukan Karhutla, Bupati Klaten Tekankan Kesiapsiagaan & Sinergi Lintas Sektor
Apel Gelar Pasukan Kesiapan Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) diselenggarakan di Halaman Pendopo Pemkab Klaten, Selasa pagi (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Apel diikuti oleh pasukan gabungan dari BPBD Kabupaten Klaten, Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten, Satpol PP Kabupaten Klaten, jajaran Polresta Klaten, serta Kodim 0723/Klaten.
Dalam amanatnya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa apel gelar pasukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman karhutla yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
"Apel ini merupakan wujud nyata dari komitmen bersama, kesiapsiagaan sekaligus pengecekan akhir terhadap kekuatan personel, peralatan, prosedur, dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan," tuturnya.
Mas Hamenang menyampaikan bahwa memasuki musim kemarau, perubahan iklim global menyebabkan kondisi cuaca semakin ekstrem dengan suhu udara yang meningkat sehingga risiko terjadinya kebakaran juga semakin tinggi. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh pihak tidak boleh ditunda. Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya berupa kebakaran vegetasi, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat akibat kabut asap, merusak ekosistem, mengancam sumber mata pencaharian, menimbulkan kerugian ekonomi, hingga menghambat pembangunan daerah. Untuk itu, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari upaya pencegahan, deteksi dini, respons cepat, hingga pemulihan pascakejadian.
Lebih lanjut, Mas Hamenang menekankan bahwa keberhasilan penanggulangan karhutla sangat bergantung pada sinergi seluruh elemen. Pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Perhutani, pemerintah desa, dunia usaha, komunitas relawan, hingga masyarakat harus bergerak bersama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh. Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat koordinasi, mempercepat pertukaran informasi, meningkatkan patroli di wilayah rawan, melakukan edukasi kepada masyarakat, serta memastikan setiap potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Selain itu, Mas Hamenang mengimbau masyarakat Kabupaten Klaten agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan dampak yang luas dan sulit dikendalikan. Ia mengajak seluruh masyarakat membangun budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang.
Di akhir amanatnya, Mas Hamenang menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam kesiapsiagaan penanganan karhutla. Ia berpesan agar setiap tugas dijalankan dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan keselamatan personel, mematuhi standar operasional, serta menjaga soliditas dan profesionalisme.
"Saya yakin apabila seluruh unsur bergerak dalam satu komando, satu tujuan, dan satu tekad, maka setiap ancaman kebakaran dapat kita cegah dan kita tangani secara cepat, tepat, dan efektif. Mari jadikan apel ini sebagai momentum memperkuat komitmen bersama bahwa keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan keberlangsungan pembangunan adalah tanggung jawab kita bersama," tutupnya.
Usai pelaksanaan apel, Bupati Klaten didampingi Kapolresta Klaten meninjau kesiapan peralatan dan sarana pendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan yang dimiliki masing-masing instansi sebagai bagian dari pengecekan akhir kesiapsiagaan personel dan perlengkapan di lapangan.
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?