Pemkab Klaten Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal Bergizi melalui Lomba B2SA dan Masak Ikan

Kamis siang (16/7/2026), Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyelenggarakan Lomba Kreasi Olahan Pangan Lokal Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) serta Lomba Masak Ikan Tingkat Kabupaten Klaten di Gedung Sunan Pandanaran. Peserta lomba berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Klaten. Selain perlombaan, kegiatan juga diramaikan dengan sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), bazar 30 stan UMKM, Gerakan Pangan Murah, dan berbagai kegiatan pendukung lainnya.

Pemkab Klaten Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal Bergizi melalui Lomba B2SA dan Masak Ikan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Klaten, Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa Lomba B2SA mengangkat kreasi makanan berbahan pangan lokal nonberas dan nonterigu, sedangkan Lomba Masak Ikan menggunakan bahan baku ikan nila untuk menu keluarga serta ikan lele atau gurami.
"Kegiatan ini bertujuan melatih kreativitas dan inovasi masyarakat dalam mengolah pangan lokal. Harapannya, hasil pertanian dan perikanan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok wanita tani," ujarnya.

Menurut Iwan, Kabupaten Klaten memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan yang perlu terus dikembangkan melalui inovasi pengolahan pangan. Ia berharap kegiatan ini mampu mendorong keluarga untuk semakin kreatif memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan bahwa penyelenggaraan lomba merupakan agenda tahunan yang sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk mengenali sekaligus mengoptimalkan potensi pangan lokal yang dimiliki daerah.
"Melalui lomba ini kami ingin masyarakat, khususnya ibu-ibu, semakin memahami potensi pangan lokal Kabupaten Klaten dan mampu mengolahnya menjadi menu yang sehat, bergizi, serta tidak kalah menarik dibandingkan makanan lainnya," tuturnya.

Selain Lomba B2SA, Pemerintah Kabupaten Klaten juga menggelar Lomba Masak Ikan sebagai bagian dari kampanye Gemarikan. Mas Hamenang menambahkan, ikan lokal memiliki kandungan gizi yang tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai menu yang lezat serta mudah diterapkan dalam konsumsi sehari-hari. Mas Hamenang juga berharap inovasi yang dihasilkan para peserta tidak berhenti pada ajang perlombaan, tetapi dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada masyarakat sehingga semakin banyak keluarga yang memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber gizi.

"Bahan pangan terbaik tidak harus mahal. Pangan lokal dan ikan lokal juga dapat diolah menjadi makanan yang sehat, bergizi, dan lezat. Yang terpenting adalah bagaimana pengetahuan ini dapat diteruskan kepada masyarakat agar semakin banyak keluarga yang menerapkannya," ujarnya.

Lebih lanjut, Mas Hamenang menegaskan bahwa pemenuhan gizi keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Selain pendidikan karakter dan ilmu pengetahuan, generasi muda juga membutuhkan asupan gizi yang seimbang untuk mendukung tumbuh kembang mereka.
"Kegiatan ini bukan sekadar lomba memasak, tetapi merupakan upaya meningkatkan kualitas generasi penerus. Dengan membiasakan konsumsi pangan lokal dan ikan, kita sedang mempersiapkan anak-anak yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)

Dokumentasi/Foto lainnya :

↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ 


Click Here To See More

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0