Perjalanan Panjang Berbuah Kesepakatan, Klaten-Sleman Sepakati PKS PBJT Candi Prambanan
Setelah melalui proses pembahasan, koordinasi, dan perembugan yang cukup panjang, Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kabupaten Sleman akhirnya mencapai kesepakatan untuk bersama-sama menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang Pembayaran Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Jasa Kesenian dan Hiburan pada Objek Wisata Kawasan Candi Prambanan. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang diselenggarakan di Rama Shinta Garden Resto, Prambanan, Senin (28/9/2026).
Kesepakatan ini menjadi titik temu bagi kedua daerah untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan, sekaligus memastikan keberadaan Candi Prambanan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Klaten dan Sleman.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Injourney Destination Management, Joel Siahaan, mengatakan Candi Prambanan memiliki posisi strategis karena berada di kawasan yang mempertemukan dua wilayah, yakni Kabupaten Sleman dan Kabupaten Klaten.
“Prambanan ini mempertemukan dua wilayah, selain itu juga mempertemukan sisi budaya, yakni Hindu dan Buddha,” ujarnya.
Joel menambahkan, PT TWC berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan daerah, baik di Klaten maupun Sleman. Selain melalui pengelolaan destinasi, komitmen tersebut juga diwujudkan melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan.
“Mudah-mudahan penandatanganan perjanjian kali ini menjadi awal yang baik, salah satu bentuk dari kerja sama kita yang semakin erat ke depan, baik kami sebagai korporasi maupun Pemkab Sleman dan Kabupaten Klaten, dan tentu saja masyarakat sekitar sebagai stakeholder yang terus kami libatkan dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan Candi Prambanan ke depan,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyambut baik kesepakatan tersebut. Ia menyebut kerja sama ini menjadi berkah bagi masyarakat di kedua wilayah sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Candi Prambanan.
“Ini berkah bagi kami yang di daerah. Mohon dukungannya dan saya yakin nanti kunjungan ke Candi Prambanan akan semakin meningkat,” ujar Harda.
Ia mendorong agar Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kabupaten Klaten tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi melanjutkannya dengan berbagai program kolaboratif. Menurut Harda kedua daerah perlu menyusun kegiatan bersama, termasuk menentukan tema dan bentuk promosi yang dapat saling mendukung.
“Saya minta Pak Sekda Sleman untuk kolaborasi dengan Klaten, apa saja yang akan kita kerjakan untuk saling support. Tematiknya apa dan sebagainya. Sehingga betul-betul antara Klaten dan Sleman memperhatikan adanya berkah dari Tuhan, adanya Candi Prambanan yang memberikan berkah untuk masyarakat Klaten dan Sleman,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasi kepada Injourney dan PT TWC yang telah menjadi bagian penting dalam mempertemukan Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk duduk bersama dan membangun kesepakatan.
“Terima kasih kepada Injourney, TWC yang kemudian sudah mempertemukan kami dengan Pemkab Sleman untuk kemudian bisa duduk bersama dan akhirnya pada hari ini bisa bersepakat bersama, bekerja sama dalam rangka bagaimana ke depan Candi Prambanan dan lain-lain ini bisa kemudian kita kelola bersama-sama dan kemudian lebih bermanfaat,” ungkapnya.
Perjanjian ini bukan semata tentang bagaimana pemerintah daerah menjalankan kewajiban administrasi perpajakan. Lebih dari itu, kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi yang saling menguntungkan antara Klaten dan Sleman, dengan tujuan akhir menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di kedua daerah.
Perjanjian ini bukan semata tentang bagaimana pemerintah daerah menjalankan kewajiban administrasi perpajakan. Lebih dari itu, kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi yang saling menguntungkan antara Klaten dan Sleman, dengan tujuan akhir menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di kedua daerah.
“Tadi sepakat, tidaknya untuk TWC, tidaknya untuk Sleman, Klaten, ya, tapi untuk warga masyarakat,” tegas Mas Hamenang.
Mas Hamenang berharap kesepakatan tersebut menjadi awal dari kolaborasi yang lebih kuat dalam menjaga dan mengembangkan Candi Prambanan sebagai warisan budaya sekaligus destinasi wisata. Ia kemudian mengibaratkan semangat kebersamaan tersebut dengan filosofi Jawa “pager mangkok”, yakni membangun rasa memiliki dan kepedulian bersama terhadap Candi Prambanan.
“Bismillah, semoga ini awal yang baik. Sehingga nanti Candi Prambanan ini bisa lebih kami merasa memiliki. Kabupaten Sleman, Kabupaten Klaten, TWC, pemerintah pusat sama-sama merasakan memiliki,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mas Hamenang menambahkan, seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan Candi Prambanan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi pada saat ini, tetapi juga tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
“Semoga dengan adanya kerja sama ini bisa bermanfaat. Harapan kita bersama seluruh hal yang sudah disepakati di kerja sama ini bisa kita jalankan bersama-sama, baik hak maupun kewajibannya. Sehingga Candi Prambanan yang merupakan peninggalan dari leluhur kita ini bisa kita jaga dan kembangkan bersama. Tidak sekadar kita mencari rezekinya saja, tetapi bagaimana juga meneruskan agar Candi Prambanan ini bisa dinikmati terus oleh anak cucu dan generasi yang akan datang,” pungkasnya.
Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Klaten, Pemerintah Kabupaten Sleman, dan Injourney Destination Management dalam pengelolaan kawasan Candi Prambanan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan sekaligus memperkuat manfaat ekonomi, sosial, budaya, dan pariwisata bagi masyarakat di kedua daerah.
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?