MTQ XXXII Klaten Resmi Dibuka, Dorong Lahirnya Generasi Qurani
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXII Tingkat Kabupaten Klaten Tahun 2026 resmi dibuka di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat syiar Alquran sekaligus membina generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Pembukaan MTQ tersebut dihadiri Bupati Klaten, Wakil Bupati Klaten, perwakilan Forkopimda Kabupaten Klaten, Ketua MUI Klaten, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten, Pj Sekda Klaten, perwakilan Kementerian Haji, jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten, serta tamu undangan lainnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Klaten, Nurcholis Arif Budiman, menyampaikan bahwa MTQ XXXII tahun ini diikuti 26 kafilah dengan total 242 peserta. Para peserta berkompetisi dalam lima golongan lomba, yakni tartil anak sebanyak 51 peserta, tilawah anak 52 peserta, tilawah remaja 48 peserta, tahfiz 10 juz sebanyak 44 peserta, serta khat atau seni kaligrafi sebanyak 47 peserta.
Secara umum, perlombaan mencakup tiga cabang, yaitu seni baca Alquran, hafalan Alquran, dan seni kaligrafi. Ragam kategori yang dipertandingkan, mulai dari anak-anak hingga remaja dan dewasa sesuai golongan lomba, menunjukkan bahwa MTQ menjadi sarana pembinaan Alquran yang menjangkau berbagai generasi. Nurcholis mengatakan untuk menjaga kualitas penyelenggaraan, proses penilaian melibatkan 14 dewan hakim yang bertugas sesuai bidang kompetensinya. Profesionalitas dan objektivitas dewan hakim menjadi perhatian utama agar hasil perlombaan berlangsung secara adil, kredibel, dan dapat diterima seluruh kafilah.
Seluruh rangkaian perlombaan dijadwalkan berlangsung secara serentak di lima lokasi. Nurcholis menambahkan, penyelenggaraan MTQ tahun ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Klaten, Kementerian Agama, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) tingkat kabupaten dan kecamatan, dewan hakim, panitia, serta berbagai pihak yang turut mendukung kelancaran kegiatan.
Dalam sambutannya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi membaca, menghafal, atau menulis Alquran. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan momentum untuk memperkuat syiar Islam dan meneguhkan komitmen bersama dalam menanamkan nilai-nilai Alquran di tengah masyarakat.
“MTQ bukan sekadar ajang kompetisi biasa. Kegiatan ini merupakan momentum yang sangat mulia untuk memperkuat syiar dan meneguhkan kembali komitmen kita dalam menumbuhkan nilai-nilai Alquran di Kabupaten Klaten. Harapannya, Alquran tidak hanya dibaca dan ditulis, tetapi juga benar-benar dipahami kandungannya,” ungkapnya.
Menurutnya, Alquran merupakan pedoman hidup yang mengajarkan kebenaran sekaligus menjadi sumber rahmat bagi umat manusia. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai Alquran menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika kehidupan modern. Mas Hamenang menekankan perlunya membangun generasi muda yang berkarakter Qurani agar memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat. Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur.
“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika era modern, generasi muda perlu dibentengi dengan nilai-nilai Alquran. Ketika fondasi generasi Qurani kuat, insyaallah jati diri kita tidak akan mudah luntur,” tegas Mas Hamenang.
Lebih lanjut, Mas Hamenang berharap MTQ tingkat kabupaten dapat menjadi ajang seleksi sekaligus pembinaan bagi qari dan qariah, hafiz dan hafizah, serta peserta terbaik lainnya untuk mewakili Kabupaten Klaten pada tingkat yang lebih tinggi. Ia optimistis para peserta berpotensi melanjutkan prestasi hingga tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional apabila dibina secara berkelanjutan.
Kepada seluruh peserta, Mas Hamenang berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, menampilkan kemampuan terbaik, serta menjaga sportivitas dan persaudaraan selama kompetisi berlangsung. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan utama mengikuti MTQ adalah untuk meraih rida Allah SWT sekaligus menyebarluaskan kecintaan terhadap Alquran.
“Siapa pun yang berjuang dan berinteraksi dengan Alquran, insyaallah adalah seorang pemenang di sisi Allah SWT. Karena itu, jaga sportivitas, tetap jalin persaudaraan, dan utamakan akhlak selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” pesannya.
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?