Festival Gejog Lesung Berlangsung Meriah, Bupati Klaten Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menghadiri Festival Gejog Lesung yang digelar di Lapangan Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Sabtu (18/7/2026) sore. Festival yang menjadi agenda budaya tahunan tersebut diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten sekaligus memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Camat Cawas Joko Purwanto menyampaikan bahwa Festival Gejog Lesung telah menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Klaten yang setiap tahun dipusatkan di Desa Barepan. Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan, mengingat Desa Barepan merupakan cikal bakal lahirnya kesenian tradisional Gejog Lesung.
"Festival Gejog Lesung diselenggarakan di Desa Barepan karena desa ini merupakan cikal bakal lahirnya kesenian tradisional Gejog Lesung. Kesenian tradisional Gejog Lesung juga sudah didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum sebagai kesenian tradisional khas Desa Barepan," ujarnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan festival ini juga menjadi bagian dari upaya nguri-uri atau melestarikan seni dan budaya masyarakat agraris. Gejog Lesung sendiri berawal dari aktivitas para petani saat menumbuk padi usai panen. Perpaduan bunyi alu dan lesung menghasilkan irama khas yang kemudian mengiringi lantunan lagu-lagu tradisional.
Dalam sambutannya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengapresiasi penyelenggaraan Festival Gejog Lesung yang dinilai terus berkembang dari tahun ke tahun, baik dari sisi pelaksanaan maupun antusiasme masyarakat.
"Alhamdulillah penyelenggaraan dari tahun ke tahun saya apresiasi luar biasa dan tahun ini sangat meriah. Biasanya dimulai dari pagi hingga siang, sekarang dimulai sore sehingga puncak acara dapat berlangsung sampai malam. Alhamdulillah suasananya sangat ramai," ungkapnya.
Menurutnya, Gejog Lesung merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. Berawal dari fungsi lesung sebagai alat menumbuk padi, kemudian berkembang menjadi media berkesenian yang dimainkan masyarakat sebagai hiburan, khususnya saat malam bulan purnama.
"Gejog Lesung adalah peninggalan yang luar biasa dari para leluhur kita. Kita tidak boleh melupakan jati diri bangsa dan tidak boleh melupakan sejarah, karena kita ada hari ini berkat perjalanan sejarah di masa lalu. Melalui festival ini kita bersama-sama nguri-uri salah satu kebudayaan warisan leluhur. Alhamdulillah Gejog Lesung telah ditetapkan sebagai kesenian yang berasal dari Kecamatan Cawas," tutur Mas Hamenang.
Mas Hamenang menambahkan, Pemerintah Kabupaten Klaten akan terus berkolaborasi dengan masyarakat untuk menyelenggarakan Festival Gejog Lesung setiap tahun sebagai upaya menjaga eksistensi budaya lokal sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.
"Setiap tahun kita berkolaborasi mengadakan Festival Gejog Lesung. Alhamdulillah dari tahun ke tahun pesertanya terus berkembang. Pada malam ini tercatat ada 27 peserta yang ikut memeriahkan festival," ujarnya.
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?