Bupati Klaten Launching Pusat Layanan Kemasan, Dorong UMKM Naik Kelas
Kamis (1/10/2026), Bupati Klaten resmi melaunching Pusat Layanan Kemasan (PLK) Kabupaten Klaten di halaman Kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Klaten. Kehadiran PLK diharapkan menjadi salah satu upaya strategis Pemkab Klaten dalam meningkatkan kualitas produk sekaligus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas.
Kepala DKUKMP Kabupaten Klaten Anang Widjatmoko dalam laporannya menyampaikan, pada akhir 2024, Kabupaten Klaten memperoleh bantuan senilai Rp1,6 miliar berupa peralatan kemasan dan bahan baku kemasan. Dalam pengelolaannya, Koperasi Mentari Karya Sejahtera ditunjuk sebagai pengelola Pusat Layanan Kemasan.
“Di Jawa Tengah sendiri hanya ada tiga rumah kemasan. Yang pertama di Solo, kemudian Tegal, dan yang ketiga di Klaten. Jadi, dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah hanya ada tiga,” terang Anang.
Anang menjelaskan, Pusat Layanan Kemasan memiliki visi mewujudkan UMKM Kabupaten Klaten yang maju, mandiri, berkelanjutan, berdaya saing, dan inovatif melalui peningkatan kualitas kemasan produk. Adapun misinya antara lain meningkatkan standar, daya tarik, dan branding kemasan produk UMKM; memfasilitasi edukasi, konsultasi, serta legalitas produk; menyediakan layanan cetak dan pengemasan berkualitas dengan harga terjangkau, termasuk melayani pemesanan dalam jumlah minimal; serta mendukung perluasan jangkauan pasar produk lokal Klaten.
“Tujuannya antara lain mengatasi kendala permodalan melalui pemesanan dalam jumlah minimal, mengatasi kendala teknologi pengemasan bagi pelaku usaha mikro dan kecil, serta meningkatkan nilai jual produk UMKM daerah,” jelasnya.
Pusat Layanan Kemasan menyediakan sejumlah layanan yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM. Layanan tersebut meliputi konsultasi dan edukasi, pendampingan konsep kemasan dan pemilihan bahan baku, edukasi regulasi dan labeling, desain kemasan dan brand, foto produk studio, hingga layanan cetak dan pengemasan. Selain itu, tersedia pula jasa maklon dan finishing serta fasilitas legalitas berupa rujukan dan pendampingan Nomor Induk Berusaha (NIB), perizinan terkait, PIRT, sertifikasi halal melalui BPJPH, pendaftaran merek melalui Kementerian Hukum, serta barcode.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan bahwa launching Pusat Layanan Kemasan menjadi momentum penting bagi pengembangan UMKM di Kabupaten Klaten.
“Hari ini tentu menjadi momen yang bersejarah bagi Kabupaten Klaten. Selain dunia pertanian dan pariwisata, salah satu pondasi perekonomian kita adalah UMKM. Mulai hari ini ke depan, UMKM kita bisa naik kelas dengan lebih mudah dengan bantuan dan peran hadir langsung dari pemerintah,” tuturnya.
Menurutnya, keberadaan Pusat Layanan Kemasan tidak sekadar menyediakan tempat untuk membuat kemasan, tetapi menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu pelaku usaha, khususnya usaha mikro dan kecil, agar mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produknya.
“Rumah kemasan ini ada sesuatu yang luar biasa. Tidak hanya sekadar tempat untuk membuat kemasan, tetapi bagaimana pemerintah hadir dalam rangka membantu masyarakat, khususnya para pengusaha dan usaha kecil, untuk kemudian bisa naik kelas,” ungkap Mas Hamenang.
Mas Hamenang mengakui, Kabupaten Klaten memiliki banyak produk UMKM dengan beragam jenis dan potensi. Namun, masih diperlukan dukungan agar lebih banyak produk lokal mampu berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar. Ia menilai kemasan menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan daya saing produk. Keterbatasan akses terhadap teknologi dan layanan kemasan selama ini menjadi salah satu tantangan bagi pelaku UMKM, terutama usaha mikro yang masih memproduksi dalam skala kecil.
“Kalau UMKM masih sangat kecil, sehari hanya bisa memproduksi 20 atau 30, tidak apa-apa. Tetap dilayani. Artinya, tidak ada alasan untuk tidak naik kelas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mas Hamenang juga menegaskan bahwa pendampingan bagi UMKM tidak berhenti pada layanan kemasan. Pemkab Klaten akan mendorong pendampingan secara menyeluruh, mulai dari pengurusan P-IRT, sertifikasi halal, pendaftaran merek, hingga aspek permodalan. Untuk mendukung akses permodalan, Pemkab Klaten juga memiliki program Subur (Subsidi Bunga Ringan) yang dapat dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Klaten sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Berbagai macam kemudahan ini yang harus kita gembar-gemborkan kepada masyarakat, khususnya para pelaku UMKM. Harapan kita bersama ke depan pertumbuhan pertanian, pariwisata, juga UMKM di Kabupaten Klaten bisa semakin baik,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas UMKM juga diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata, terutama melalui produk oleh-oleh khas Klaten yang semakin berkualitas dan memiliki daya saing.
“Kalau UMKM bisa kita dorong naik kelas sehingga oleh-olehnya bisa menjadi berkualitas, tentu dampaknya akan sangat signifikan,” imbuh Mas Hamenang.
Terakhir, Mas Hamenang berharap kehadiran layanan tersebut dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk dan omzet usaha sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga dengan hadirnya Pusat Layanan Kemasan di Kabupaten Klaten ini bisa membantu saudara-saudari kita pelaku UMKM untuk kemudian bisa meningkatkan omzetnya, sehingga kesejahteraan bisa meningkat,” tandasnya.
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?