Rakor Evaluasi MBG, Bupati Klaten Tekankan Penguatan SOP dan Komunikasi
Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar rapat koordinasi evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Kamis pagi (7/5/2026).
Rakor tersebut dihadiri Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Forkopimda Kabupaten Klaten, Ketua TP PKK Kabupaten Klaten, Pj Sekda Kabupaten Klaten, para asisten dan jajaran Pemkab Klaten, Koordinator Wilayah MBG Klaten, kepala SPPG, yayasan atau mitra MBG, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan bahwa rapat evaluasi ini digelar untuk menyampaikan berbagai temuan di lapangan terkait pelaksanaan program MBG di Kabupaten Klaten.
“Masalah utama yang kami temukan adalah komunikasi antara kepala SPPG, ahli gizi, dan yayasan atau mitra. Ini yang harus diperkuat agar program MBG dapat berjalan maksimal,” tuturnya.
Mas Hamenang menegaskan bahwa seluruh standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) wajib dijalankan. Ia mengungkapkan masih ditemukan beberapa fasilitas yang belum memenuhi standar, seperti cold storage yang tidak berfungsi optimal hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum selesai.
“Kalau semuanya dijalankan sesuai SOP, insyaallah akan meminimalisir risiko keracunan. Keracunan itu akibat, sedangkan penyebabnya adalah tata kelola yang kurang baik,” tegasnya.
Selain penguatan SOP, Mas Hamenang juga mendorong terbentuknya paguyuban SPPG di Kabupaten Klaten sebagai wadah komunikasi, pembelajaran, dan bertukar informasi antarpengelola MBG agar kualitas pelayanan semakin meningkat.
Ia juga mengingatkan agar pengelola MBG tidak lengah meski telah memperoleh prestasi maupun apresiasi. Menurutnya, program MBG merupakan program yang berjalan setiap hari sehingga konsistensi pengelolaan harus terus dijaga untuk menghindari human error.
“Kami hadir bukan untuk mencari kesalahan, tetapi agar pelaksanaan MBG di Kabupaten Klaten menjadi lebih baik dan meminimalisir risiko yang ada,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Hamenang juga menekankan pentingnya pelibatan UMKM lokal dalam rantai pasok program MBG agar perputaran ekonomi dapat dirasakan masyarakat sekitar. Kepada masyarakat dan orang tua siswa, Mas Hamenang mengimbau agar tetap ikut mengawasi pelaksanaan program MBG. Ia meminta siswa untuk memastikan makanan yang diterima masih layak konsumsi dan segera melapor kepada guru maupun pihak sekolah apabila ditemukan makanan yang tidak layak.
“Program MBG ini adalah program yang baik dari pemerintah pusat. Karena itu, mari bersama-sama kita kawal agar berjalan dengan baik dan aman bagi anak-anak,” pungkasnya.
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?