Sambung Rasa di Desa Joho, Bupati Klaten Dorong Pengembangan Potensi Desa dan Ketahanan Pangan
Pemerintah Kabupaten Klaten kembali menggelar kegiatan Sambung Rasa bersama masyarakat, kali ini di Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Kamis pagi (3/9/2026). Kegiatan diawali dengan panen lele, melon, dan jagung sebagai bentuk pengenalan potensi pertanian dan ketahanan pangan yang dikembangkan masyarakat Desa Joho.
Kepala Desa Joho, Yulis Tanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati beserta jajaran dalam kegiatan Sambung Rasa tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat Desa Joho. Dalam kesempatan tersebut, Kades Joho menyampaikan dua hal yang menjadi perhatian Pemerintah Desa Joho. Pertama, terkait akses jalan menuju desa yang terdampak pembangunan jalan tol. Menurutnya, kondisi tersebut membuat akses kendaraan, khususnya bus, menjadi terbatas sehingga berpengaruh terhadap pengembangan Desa Joho sebagai desa wisata.
“Dulu Desa Joho ini merupakan desa wisata. Namun karena adanya tol, akses jalan kami menjadi terhalang. Akses untuk kendaraan, terutama bus, jadi tidak bisa lewat. Kami mohon bantuan karena ini bukan kewenangan kami, agar jalan tersebut bisa dilebarkan sehingga bus dapat masuk,” ujarnya.
Aspirasi kedua berkaitan dengan aset milik Pemerintah Kabupaten Klaten yang berada di Desa Joho dan sebelumnya digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Yulis berharap aset tersebut dapat segera ditangani dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
“Di Desa Joho ini ada lahan milik Pemda yang dulu merupakan bekas tempat pembuangan sampah. Kalau kami yang menangani tentu tidak bisa karena bukan lahan kami. Mohon dengan sangat agar nanti bisa ditangani sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Joho,” katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menjelaskan bahwa kegiatan Sambung Rasa merupakan salah satu media Pemerintah Kabupaten Klaten untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menyerap aspirasi secara langsung. Mas Hamenang mengatakan dalam kegiatan tersebut Pemkab Klaten menghadirkan sejumlah pelayanan dan kepala OPD terkait agar berbagai pertanyaan maupun aspirasi masyarakat dapat langsung mendapatkan respons.
“Alhamdulillah hari ini kita bersama bertemu dan bersilaturahmi dalam kegiatan Sambung Rasa di Desa Joho, Kecamatan Prambanan. Kegiatan Sambung Rasa ini merupakan media dari Pemkab Klaten untuk dekat dengan masyarakat, mendekatkan berbagai pelayanan kepada masyarakat, memberikan bantuan, serta menyerap aspirasi,” tuturnya.
Terkait aspirasi mengenai akses jalan yang menjadi sempit atau terhalang akibat pembangunan jalan tol, Mas Hamenang menyampaikan bahwa Pemkab Klaten akan membantu mengomunikasikan persoalan tersebut dengan pihak pengelola jalan tol.
“Menjawab aspirasi dari Bapak Kepala Desa terkait akses jalan yang menjadi sempit karena jalan tol, Pemkab Klaten sendiri tidak bisa karena bukan yang berwenang. Nanti kami akan bantu komunikasikan dengan pihak PT JMN,” jelasnya.
Sementara terkait aset Pemkab Klaten berupa bekas tempat pembuangan sampah, Mas Hamenang meminta agar dilakukan pengecekan terlebih dahulu untuk melihat kemungkinan pemanfaatannya bagi masyarakat.
“Terkait salah satu aset Pemda yang ada di sini, yaitu bekas tempat pembuangan sampah, nanti akan kita cek seperti apa. Kalau memungkinkan, akan kita urug sehingga bisa menjadi lapangan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Hamenang juga mengapresiasi pemanfaatan bantuan keuangan kepada desa yang telah digunakan Pemerintah Desa Joho untuk pembangunan lapangan mini soccer.
“Alhamdulillah, kemarin juga aspirasi bantuan keuangan ke desa sudah dimanfaatkan luar biasa oleh Pak Kepala Desa untuk membangun lapangan mini soccer. Saat ini pembangunannya kurang lebih sudah 80 persen. Semoga segera selesai sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Selain itu, Mas Hamenang memberikan apresiasi terhadap berbagai potensi ketahanan pangan yang dikembangkan masyarakat Desa Joho. Menurutnya, potensi ketahanan pangan di Desa Joho tidak hanya sebatas produksi beras, tetapi telah berkembang ke berbagai komoditas, mulai dari jagung, buah-buahan, hingga sumber protein berupa ikan lele. Lebih lanjut, Mas Hamenang berharap pengembangan potensi tersebut dapat terus ditingkatkan sehingga tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Joho, tetapi juga berkembang menjadi potensi ekonomi yang dapat memberikan manfaat lebih luas.
“Kami juga matur nuwun, di Joho ini sudah ada hal yang sangat luar biasa. Kalau isu hari ini adalah ketahanan pangan, di Joho sudah luar biasa berlimpah. Tidak hanya beras, di sini sudah berkembang ada jagung, ada buah-buahan, dan sumber protein juga ada lele,” ungkapnya.
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?