Produksi Padi Klaten Tembus 267 Ribu Ton, Pemprov Jateng Perkuat Dukungan Pertanian
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar Panen Raya Komoditas Padi sekaligus penyerahan bantuan alat, mesin dan prasarana pertanian serta soft launching PILAR JATENG (Pemetaan Infrastruktur, Lahan, dan Irigasi Pertanian Berbasis Data Spasial) di area persawahan Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jumat pagi (21/8/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian swasembada pangan sekaligus target produksi 10,5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) Jawa Tengah pada 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Klaten, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah beserta jajaran, jajaran stakeholder terkait, Forkopimcam Karangdowo, Kepala Desa Pugeran, para petani, serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan diawali dengan panen raya menggunakan combine harvester yang dilakukan oleh Bupati Klaten bersama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah. Panen tersebut menjadi simbol sinergi pemerintah bersama petani dalam menjaga sekaligus meningkatkan produksi pangan daerah.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Distannak Provinsi Jawa Tengah, Opik Mahendra, dalam laporannya menyampaikan bahwa panen raya sekaligus soft launching PILAR JATENG merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi pembangunan pertanian serta mendorong tata kelola pertanian yang semakin efektif dan berbasis data.
“Panen padi di Desa Pugeran ini juga merupakan bentuk apresiasi kami kepada para petani atas kerja keras dan kontribusinya dalam menjaga produksi pangan di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Klaten,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan terus mendorong optimalisasi lahan melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP), termasuk pada lokasi-lokasi potensial di Kabupaten Klaten.
Sebagai bentuk dukungan, pada tahun anggaran 2026 Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan bantuan senilai Rp4,23 miliar untuk Kabupaten Klaten. Bantuan tersebut meliputi pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 12 unit senilai Rp2,1 miliar serta pembangunan irigasi perpipaan sebanyak dua unit senilai Rp188 juta. Selain itu, terdapat dukungan 39 unit alat dan mesin pertanian senilai Rp1,94 miliar. Bantuan tersebut terdiri atas rice transplanter, traktor crawler, traktor roda empat, hand tractor, cultivator, alat pengolah pupuk organik, dan hand sprayer.
Dukungan terhadap sektor pertanian juga diperkuat melalui alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Klaten, yang meliputi urea sebanyak 22.500 ton, NPK 19.050 ton, ZA 34,55 ton, serta pupuk organik granul sebanyak 550 ton.
“Bantuan, fasilitasi dan dukungan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat dukungan sarana dan prasarana pertanian serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani, khususnya di Kabupaten Klaten,” jelas Opik.
Selain panen raya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum soft launching PILAR JATENG. Inovasi tersebut merupakan sistem pemetaan infrastruktur, lahan, dan irigasi pertanian berbasis data spasial di Jawa Tengah. Opik menjelaskan, PILAR JATENG dirancang untuk mengintegrasikan berbagai bentuk bantuan dan intervensi pembangunan pertanian melalui visualisasi pemetaan. Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat mengetahui secara lebih jelas lokasi dan sebaran bantuan, termasuk titik pembangunan serta jaringan irigasi yang telah mendapatkan intervensi.
“Harapannya dengan PILAR ini kita di pemerintahan bisa secara lebih utuh dalam menentukan lokasi maupun titik intervensi pembangunan. Kita bisa melihat mana lokasi yang bantuan-bantuannya menumpuk dan mana daerah yang mungkin sama sekali belum mendapatkan bantuan,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas berbagai dukungan, fasilitas, serta pendampingan yang telah diberikan kepada petani di Kabupaten Klaten.
“Kami mengucapkan terima kasih atas berbagai macam bantuan fasilitas dan pendampingan yang sudah dilaksanakan oleh Provinsi Jawa Tengah sehingga para petani dari Kabupaten Klaten kemudian tetap bisa bertahan di dunia pertanian dan bahkan insyaallah bersama-sama kita bisa mengembangkan pertanian di Kabupaten Klaten,” tuturnya.
Menurutnya, pertanian merupakan salah satu sektor utama di Kabupaten Klaten. Ke depan, sektor tersebut tidak hanya perlu dikembangkan dari sisi produksi, tetapi juga diarahkan menjadi industri pertanian yang mampu meningkatkan kualitas, kuantitas, dan nilai tambah hasil pertanian.
Hamenang juga menekankan pentingnya regenerasi petani dengan mendorong keterlibatan generasi muda, termasuk generasi milenial dan Gen Z.
“Salah satu PR kita saat ini dan ke depan adalah bagaimana kemudian menarik anak-anak muda kita, baik itu Gen Z maupun milenial, untuk kembali ke dunia pertanian,” imbuh Mas Hamenang.
Mas Hamenang menegaskan, Pemerintah Kabupaten Klaten akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh stakeholder untuk mendorong kemajuan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyampaikan terima kasih karena Kabupaten Klaten dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan panen raya dan pemanfaatan berbagai bantuan pertanian dari Pemprov Jawa Tengah.
“Semoga ini menambah kesemangatan kami di Kabupaten Klaten dalam rangka agar menjaga sawah kami tetap lestari, memastikan ke depan pertanian kami bisa berkembang, maju dan membuat kesejahteraan warga masyarakat di Kabupaten Klaten bisa meningkat,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defrancisco Dasilva Tavares, menyampaikan bahwa Kabupaten Klaten merupakan salah satu sentra produksi padi penting di Jawa Tengah. Pada periode Januari hingga Agustus 2026, produksi padi Kabupaten Klaten mencapai 267.381 ton GKG, meningkat 10,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produktivitas padi Kabupaten Klaten juga mencapai 5,6 ton per hektare, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Tengah sebesar 5,5 ton per hektare. Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi Klaten dalam menopang produksi pangan Jawa Tengah.
“Panen hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Panen adalah bukti bahwa kerja keras petani, dukungan pemerintah, penyuluh, sarana produksi, irigasi, mekanisasi, dan seluruh ekosistem pertanian dapat menghasilkan sesuatu yang nyata,” kata Tavares.
Kadistanak Prov. Jateng menyampaikan apresiasi kepada para petani, kelompok tani, penyuluh, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang terus berkolaborasi dalam menjaga produktivitas pertanian. Ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintah, penyuluh, pelaku usaha, mitra pembangunan, dan para petani untuk terus memperkuat kolaborasi. Menurutnya, data perlu menjadi dasar dalam pengambilan keputusan, teknologi digunakan untuk mempercepat pelayanan, sementara kepentingan petani harus menjadi orientasi utama pembangunan.
“Dengan semangat Ngopeni Nglakoni, mari kita bangun pertanian Jawa Tengah yang semakin modern, produktif, berkelanjutan, berbasis data, dan berdaya saing,” pungkasnya.
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?