Forkopimda Klaten Gelar Rakor Persiapan Idulfitri 1447 H
Rapat koordinasi Forkopimda Kabupaten Klaten diselenggarakan di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Rabu (11/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Pj Sekda Kabupaten Klaten, Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala OPD Kabupaten Klaten, Forkopimcam se-Kabupaten Klaten, serta stakeholder terkait lainnya.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari rakor Forkopimda tingkat Provinsi Jawa Tengah beberapa hari sebelumnya, sekaligus sebagai langkah kesiapan menghadapi Hari Raya Idulfitri 1447 H, khususnya terkait arus mudik dan arus balik.
Mas Hamenang mengatakan Posko Lebaran 1447 H Tahun 2026 Kabupaten Klaten akan mulai beroperasi pada 14 Maret 2026 hingga 28 Maret 2026. Dalam rangka mendukung program mudik gratis Lebaran, Pemerintah Kabupaten Klaten berkolaborasi dengan berbagai stakeholder dengan menyiapkan 11 armada bus yang akan memberangkatkan kurang lebih 500 pemudik.
“Bus akan dilepas pada 14 Maret 2026 dan insyaallah tiba di Klaten pada 16 Maret 2026,” tuturnya.
Selain itu, Pemkab Klaten juga mendirikan sejumlah pos pengamanan di beberapa titik, yaitu Pospam Terpadu Delanggu, Pospam Terpadu Alun-Alun Klaten, Pospam Terpadu Exit Tol Ngawen, Pospam Terpadu Exit Tol Jogonalan, Pospam Terpadu Prambanan, serta Pospam Terminal Ir. Soekarno.
Di bidang kesehatan, sebanyak 13 rumah sakit, 34 puskesmas, 42 klinik, dan 1 layanan PSC 119 disiagakan dalam pos kesehatan selama 24 jam mulai 14 Maret sampai dengan 24 Maret 2026.
Lebih lanjut, Mas Hamenang menambahkan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan, di antaranya pengecekan ambulans, memastikan kesiapan tenaga kesehatan, skrining kesehatan pengemudi bus, serta pengawasan peredaran pangan menjelang Lebaran. Ia juga menyampaikan pesan dari Gubernur Jawa Tengah agar perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya kepada karyawan secara tepat waktu. Selain itu, diperkirakan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Klaten akan meningkat saat libur Lebaran, sehingga pengelola wisata diminta mempersiapkan diri dengan baik.
“Pengelola parkir juga diingatkan agar tidak menaikkan tarif saat Lebaran. Tarif harus tetap sesuai ketentuan dan tidak boleh ada tarif khusus Lebaran,” tegasnya.
Kapolres Klaten, Moh. Faruk Rozi, menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu titik fokus dalam Operasi Ketupat Nasional karena menjadi jalur utama yang dilalui pemudik. Menurutnya, Operasi Ketupat 2026 merupakan operasi kemanusiaan sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat, dengan tujuan menjaga kekhidmatan Ramadan dan Idulfitri 1447 H, mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas, serta menekan angka kriminalitas, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas selama masa operasi.
“Terkait dengan pengamanan jelang idulfitri, kami dari Polres Klaten memiliki strategi diantaranya penggelaran personel & pos Operasi Ketupat Candi 2026 dengan mengedepankan pelayanan yang humanis, pengamanan kegiatan keagamaan selama Ramadan hingga Idulfitri, optimalisasi pengamanan jalur Joglo dan jalur menuju objek wisata air wilayah Polanharjo–Tulung, patroli pada jam rawan, penegakan hukum terhadap penyakit masyarakat dan kejahatan jalanan, serta penguatan strategi komunikasi publik,” ungkapnya.
Dandim 0723 Klaten, Slamet Hardianto menyatakan bahwa TNI khususnya Kodim 0723 Klaten siap untuk membantu dalam rangka pengamanan arus mudik di wilayah Kabupaten Klaten.
“Intinya kami, dari TNI, siap membantu pengamanan arus mudik dan balik. Saya pesan untuk Danramil yang wilayahnya tidak dilewati arus mudik, tetap koordinasi dengan baik agar bisa terus waspada akan kemungkinan tindak kejahatan,” ujarnya.
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?