Bupati Klaten Serahkan 30 Ribu Biji Kopi Gayo Lues untuk Petani Lereng Merapi
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyerahkan biji kopi asal Gayo Lues kepada kelompok tani kopi di wilayah lereng Gunung Merapi, Kamis (8/10/2026). Biji kopi tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.
Penyerahan tersebut menjadi langkah awal pengembangan komoditas kopi di kawasan lereng Merapi Kabupaten Klaten. Biji kopi yang diberikan merupakan kopi grade A dari Gayo Lues yang dinilai memiliki potensi untuk dibudidayakan di wilayah Kemalang dan sekitarnya.
Mas Hamenang mengatakan, kerja sama dengan Gayo Lues sebelumnya telah diwujudkan melalui berbagai bentuk kolaborasi antardaerah. Salah satunya ditandai dengan bantuan Pemerintah Kabupaten Klaten dalam pembangunan jembatan di Gayo Lues, yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan balasan dan pemberian kopi dari daerah tersebut.
“Beberapa waktu lalu kita melakukan MoU dengan Gayo Lues. Diawali dengan kita membantu mereka membuat jembatan, kemudian ada kunjungan balasan dan beliau memberikan kita kopi. Setelah dicek, ternyata kopinya bisa ditanam di lereng Merapi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Mas Hamenang mengatakan biji kopi yang semula berjumlah sekitar 25.000 kemudian berkembang menjadi lebih dari 30.000 biji dan selanjutnya dibagikan kepada kelompok-kelompok tani yang selama ini bergerak dalam budidaya kopi di kawasan lereng Merapi.
“Dari bibit yang beliau berikan, bibit grade A ini, kopi dari Gayo Lues yang awalnya 25.000 malah menjadi lebih dari 30.000. Hari ini kita bagikan kepada kelompok-kelompok tani yang menanam kopi di lereng Merapi,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mas Hamenang berharap pengembangan kopi di lereng Merapi dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga ke depan mampu menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Klaten. Menurutnya, pengembangan tersebut sekaligus menjadi upaya untuk menghidupkan kembali potensi perkebunan kopi di lereng Merapi yang secara historis pernah berkembang di wilayah tersebut.
“Harapannya tentu ke depan bisa berkembang sehingga kita bisa kembali lagi pada kejayaan masa lalu. Karena dulu lereng Merapi juga pernah ditanami kopi,” ungkapnya.
Mas Hamenang menilai peluang pengembangan komoditas kopi di Klaten cukup terbuka seiring dengan meningkatnya tren dan kebutuhan masyarakat terhadap kopi. Oleh karena itu, budidaya kopi di lereng Merapi diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pertanian, tetapi juga mampu berkembang menjadi bagian dari potensi ekonomi lokal.
“Dengan tren kebutuhan kopi hari ini, semoga ke depan bisa berkembang di Klaten. Sehingga kita tidak hanya membeli dari luar, tetapi kita juga bisa memproduksi sendiri,” pungkasnya.
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?