Wamensos RI Dorong Kemandirian KPM PKH, 2.627 Warga Klaten Resmi Graduasi

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menghadiri kegiatan Wisuda Graduasi Mandiri dan Penyerahan Bantuan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Klaten yang diselenggarakan di Grha Bung Karno, Selasa pagi (30/6/2026).

Wamensos RI Dorong Kemandirian KPM PKH, 2.627 Warga Klaten Resmi Graduasi

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Jabo Priyono, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, jajaran Kementerian Sosial Republik Indonesia, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Forkopimda Kabupaten Klaten, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia beserta seluruh pihak yang telah berkolaborasi mendampingi masyarakat hingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan mencapai kemandirian.
"Terima kasih kepada Kementerian Sosial, para pendamping PKH, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, para pilar sosial, serta seluruh pihak yang telah bekerja bersama membantu masyarakat kami. Program ini membuktikan bahwa masyarakat tidak ingin selamanya bergantung pada bantuan, tetapi memiliki semangat untuk bangkit dan mewujudkan kehidupan yang lebih layak," tuturnya.

Mas Hamenang mengatakan wisuda graduasi mandiri bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah perayaan atas lahirnya keluarga-keluarga yang berhasil keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial dan mampu berdiri di atas kemampuan sendiri.
"Hari ini adalah perayaan lahirnya keluarga-keluarga yang lebih percaya diri, lebih mandiri, dan siap menata masa depan yang lebih baik. Setiap keluarga yang berhasil lulus dari Program Keluarga Harapan membuktikan bahwa kemiskinan bukanlah takdir yang tidak dapat diubah. Dengan pendampingan, pendidikan, kerja keras, dan semangat untuk maju, kesejahteraan dapat diwujudkan," imbuhnya.

Mas Hamenang juga melaporkan bahwa upaya bersama dalam penanggulangan kemiskinan menunjukkan hasil yang positif. Pada tahun 2025, angka kemiskinan di Kabupaten Klaten berhasil turun sebesar 1,5 persen. Meski demikian, masih terdapat sekitar 129.682 masyarakat yang masuk kategori miskin dan tersebar di 26 kecamatan, 391 desa, serta 10 kelurahan.

Ia berharap keberhasilan para keluarga yang mengikuti graduasi mandiri dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk terus meningkatkan taraf hidup dan tidak bergantung pada bantuan sosial.
"Graduasi ini menunjukkan optimisme bahwa bantuan sosial menjadi titik awal untuk bangkit, bukan tujuan akhir. Kami berharap semakin banyak keluarga yang terdorong untuk menjadi mandiri dan memiliki kehidupan yang lebih sejahtera," katanya.

Lebih lanjut, Mas Hamenang menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Klaten untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami percaya bahwa investasi terbesar bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusianya agar semakin berdaya, produktif, dan sejahtera. Kolaborasi yang telah terjalin dengan baik ini harus terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat yang mampu mencapai kemandirian," tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengucapkan selamat kepada seluruh peserta graduasi mandiri. Ia menyebut sebanyak 2.627 KPM di Kabupaten Klaten telah berhasil bergraduasi dan berharap keberhasilan tersebut dapat menginspirasi masyarakat lainnya untuk segera mandiri.
"Sebarkan semangat ini kepada masyarakat lainnya. Hari ini 2.627 warga telah berhasil graduasi. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mampu mandiri sehingga bantuan sosial benar-benar menjadi sarana pemberdayaan, bukan ketergantungan," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Jabo Priyono menyampaikan keyakinannya bahwa masyarakat Kabupaten Klaten memiliki potensi besar untuk mandiri. Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya menekan angka kemiskinan melalui strategi pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penyelenggaraan Sekolah Rakyat, serta penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran.

Wakil Menteri Sosial juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendamping PKH yang selama ini menjadi ujung tombak Kementerian Sosial dalam mendampingi masyarakat hingga berhasil mencapai graduasi mandiri. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Bantuan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) kepada perwakilan KPM Kabupaten Klaten, penyerahan penghargaan kepada pendamping PKH terbaik, serta prosesi Wisuda Graduasi Mandiri Program Keluarga Harapan (PKH).

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan PPSE kepada perwakilan masyarakat Kabupaten Klaten dan penyerahan penghargaan kepada pendamping PKH terbaik oleh Wemensos. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi wisuda graduasi mandiri program keluarga harapan (PKH).


(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)

Dokumentasi/Foto lainnya :

↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓


Click Here To See More

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0