Tradisi Yaa Qowiyyu, Ribuan Masyarakat Ikuti Sebaran Apem di Jatinom

Tradisi Yaa Qowiyyu kembali digelar dengan meriah di Kompleks Sendang Klampeyan, Jatinom, Kabupaten Klaten, Jumat (31/7/2026). Tradisi budaya dan religi yang telah berlangsung selama ratusan tahun tersebut menjadi puncak rangkaian penyelenggaraan Yaa Qowiyyu sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten.

Tradisi Yaa Qowiyyu, Ribuan Masyarakat Ikuti Sebaran Apem di Jatinom

Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, KGPH Hangabehi, Bupati Klaten, jajaran Forkopimda Kabupaten Klaten, Kepala Biro Hukum dan Organisasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Tradisi Yaa Qowiyyu merupakan warisan budaya sekaligus tradisi religius masyarakat Jatinom yang telah berlangsung sejak masa Ki Ageng Gribig. Tradisi ini identik dengan penyebaran apem sebagai simbol sedekah, rasa syukur, persaudaraan, serta ajakan untuk senantiasa meneladani nilai-nilai dakwah, kerendahan hati, dan kepedulian sosial yang diajarkan Ki Ageng Gribig.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan bahwa penyelenggaraan Yaa Qowiyyu tahun ini memiliki makna yang semakin istimewa karena bertepatan dengan rangkaian Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten.
"Alhamdulillah, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, kita dapat kembali berkumpul dalam puncak perayaan Sebaran Apem Yaa Qowiyyu. Tahun ini terasa semakin spesial karena menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten. Harapan kami, di usia yang ke-222 ini Kabupaten Klaten semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan," tuturnya.

Menurutnya, makna Yaa Qowiyyu tidak hanya terletak pada tradisi penyebaran apem, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani perjuangan dan keteladanan Ki Ageng Gribig dalam menyebarkan nilai-nilai keagamaan dan kebajikan.
"Kami berharap masyarakat tidak hanya memaknai tradisi sebaran apem sebagai sebuah perayaan, tetapi juga mampu meneladani sosok ulama besar Ki Ageng Gribig, terutama semangat dakwah, kebersamaan, dan kepedulian kepada sesama," tambah Mas Hamenang.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku memiliki kedekatan emosional dengan tradisi Yaa Qowiyyu karena merupakan bagian dari keluarga besar zuriat Ki Ageng Gribig.
"Saya hadir bukan hanya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar zuriat Ki Ageng Gribig. Saya bersyukur dapat kembali hadir di tengah masyarakat dan berharap tradisi ini terus dipertahankan. Kalau sudah bertahan sekitar 400 tahun, mari kita jaga agar tetap lestari 400 tahun lagi," ungkapnya.

Airlangga menjelaskan bahwa tema Yaa Qowiyyu tahun ini mengingatkan masyarakat bahwa setinggi apa pun ilmu dan pencapaian seseorang, semuanya harus dilandasi dengan sikap tawakal, rendah hati, serta keimanan kepada Allah SWT.
"Tradisi ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi simbol sedekah, persaudaraan, gotong royong, dan berbagi rezeki. Filosofi apem yang diwariskan Simbah Ki Ageng Gribig mengajarkan kita tentang akar sejarah, pelestarian budaya, penghormatan kepada perjuangan para pendahulu, persatuan dan kesatuan, serta ekonomi kerakyatan melalui semangat berbagi kesejahteraan kepada semua," jelasnya.

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Klaten yang secara konsisten mendukung penyelenggaraan tradisi Yaa Qowiyyu sehingga tetap lestari dan semakin diminati masyarakat.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Klaten yang terus mendukung penyelenggaraan tradisi ini. Setiap tahun saya melihat masyarakat yang hadir semakin banyak. Atas nama keluarga besar zuriat Ki Ageng Gribig, saya juga menyampaikan terima kasih kepada panitia, para ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh masyarakat yang terus menjaga tradisi luhur ini," pungkasnya.


(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)

Dokumentasi/Foto lainnya :

↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ 


Click Here To See More

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0