Tekan Kemiskinan, BAZNAS Klaten Bantu 125 RTLH dan 110 Jamban Keluarga
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Klaten menggelar Sosialisasi Pelaksanaan Penyaluran Bantuan kepada Asnaf Fakir Miskin melalui Program Kemanusiaan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), BPRR, serta Program Kesehatan Jambanisasi Tahun 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Kamis (3/9/2026).
Dalam program tersebut, BAZNAS Kabupaten Klaten menyalurkan bantuan perbaikan RTLH sebanyak 125 unit. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp15 juta, dengan total nilai bantuan mencapai Rp1,875 miliar. Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan bantuan jambanisasi sebanyak 110 unit. Setiap unit mendapatkan bantuan sebesar Rp3,5 juta, dengan total nilai bantuan mencapai Rp385 juta. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Klaten melalui program tersebut mencapai Rp2,26 miliar, yang tersebar di 25 kecamatan dan 67 desa di Kabupaten Klaten.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Klaten yang selama ini terus membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Klaten dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten, saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Klaten yang sudah berkolaborasi dengan luar biasa dan berdaya. Sehingga selalu bisa memberikan dan menghadirkan berbagai macam bantuan yang insyaallah bisa meringankan beban warga masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Mas Hamenang menambahkan bantuan RTLH dan jambanisasi menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus mengatasi persoalan kemiskinan. Sebab, kondisi rumah dan sanitasi yang tidak layak dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan keluarga. Mas Hamenang menjelaskan, persoalan kemiskinan sering kali berkaitan dengan kondisi tempat tinggal dan sanitasi yang kurang layak. Rumah yang tidak layak dapat memengaruhi kualitas kehidupan keluarga, termasuk kondisi jamban dan kesehatan.
“Alhamdulillah, pagi dan siang hari ini kita melaksanakan sosialisasi bantuan rumah tidak layak huni sejumlah 125 unit dan sekaligus 110 unit jamban keluarga. Harapannya, dengan dua bantuan ini ke depan bisa meringankan dan meningkatkan taraf hidup keluarga masyarakat di wilayah Kabupaten Klaten,” katanya.
Oleh karena itu, menurut Mas Hamenang, intervensi terhadap persoalan dasar tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama. Program RTLH dan jambanisasi diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar berupa hunian yang layak dan sanitasi yang sehat. Ia menyebutkan, masih terdapat pekerjaan rumah yang cukup besar dalam penanganan RTLH di Kabupaten Klaten. Berdasarkan data yang menjadi acuan pemerintah, terdapat sekitar 6.800 unit yang masih perlu ditangani. Sementara kemampuan penanganan setiap tahun sekitar 1.000 unit melalui kolaborasi berbagai sumber pembiayaan, baik pemerintah kabupaten, BAZNAS, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat.
“Kurang lebih ada 6.800 yang harus ditangani. Kemampuan kabupaten setiap tahun kurang lebih 1.000 unit. Itu pun sudah melalui kolaborasi dari anggaran kabupaten, BAZNAS, provinsi, dan pusat. Jadi mungkin dalam lima tahun insyaallah bisa selesai dengan kolaborasi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Hamenang kembali menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Klaten yang terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan dan sosial di Kabupaten Klaten. Ia juga mengajak para ASN, pemangku kepentingan, serta masyarakat yang memiliki kemampuan untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kabupaten Klaten.
“Doa-doa kami yang terbaik untuk BAZNAS. Semoga ke depan saudara-saudara kami, ASN, dan stakeholder lainnya bisa berzakat serta menyetorkan zakatnya melalui BAZNAS Kabupaten Klaten,” ujarnya.
Terakhir, Mas Hamenang juga meminta dukungan para camat dan kepala desa untuk terus memperbarui data masyarakat yang membutuhkan bantuan. Akurasi dan pembaruan data dinilai penting agar program pengentasan kemiskinan dapat diberikan secara tepat sasaran.
“Saya mohon bantuan Bapak-Ibu camat dan kepala desa untuk selalu terus memperbarui data. Sehingga ke depan, dalam rangka mengentaskan masalah kemiskinan di Kabupaten Klaten, program yang kita jalankan bisa semakin tepat sasaran,” pungkasnya.
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?