Pemerintah Kabupaten Klaten Gelar Sosialisasi Prioritas Pembangunan Daerah 2027
Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar Sosialisasi Prioritas Pembangunan Daerah Tahun 2027 dalam rangka penyempurnaan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Kamis siang (16/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten Joko Purwanto, para kepala perangkat daerah se-Kabupaten Klaten, camat, tim teknis perencanaan, serta undangan terkait lainnya.
Dalam arahannya, Pj Sekda Klaten Joko Purwanto menegaskan sejumlah prioritas dalam penyusunan Renja PD Tahun 2027. Ia menyampaikan bahwa belanja wajib dan mengikat harus menjadi prioritas utama, termasuk pemenuhan kebutuhan rutin seperti belanja pegawai dan operasional dasar. Selain itu, seluruh perangkat daerah diminta memastikan program dan kegiatan yang diusulkan mampu mendukung secara nyata 10 Program Prioritas Bupati Klaten. Setiap program juga harus selaras dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing perangkat daerah serta memiliki kontribusi yang terukur terhadap pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan.
“Setiap alokasi anggaran harus berbasis kinerja dengan indikator yang jelas dan terukur. Efisiensi menjadi prinsip utama, sehingga setiap penggunaan anggaran benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya selektivitas dalam penganggaran, terutama dengan mengurangi belanja yang tidak efektif, tidak relevan, atau bersifat seremonial.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menekankan pentingnya sinkronisasi antara kepala perangkat daerah dan tim perencana dalam menyusun program pembangunan. Ia menyebut forum bersama ini menjadi langkah strategis untuk menyatukan persepsi dalam perencanaan tahun 2027.
“Kami melihat masih ada ketidaksinkronan antara kebijakan yang disampaikan dengan perencanaan di perangkat daerah. Melalui forum ini, kami ingin memastikan perencanaan 2027 benar-benar selaras dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Mas Hamenang menambahkan bahwa tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, sehingga tidak ada lagi ruang untuk menyusun program yang tidak berdampak langsung bagi masyarakat. Ia mendorong agar perencanaan lebih berorientasi pada hasil (outcome), bukan sekadar output administratif.
“Ke depan, program harus lebih fokus, jumlah kegiatan semakin ramping, dan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kegiatan yang bersifat seremonial juga perlu dikurangi agar anggaran lebih efektif,” tegasnya.
Terakhir, Mas Hamenang berharap penyusunan APBD Tahun 2027 dapat lebih terarah, efektif, dan mampu menjawab berbagai kebutuhan serta permasalahan masyarakat secara optimal.
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?