Klaten Utara Jadi Pelopor, Bupati Klaten Ajak Masyarakat Perkuat Desa Tangguh Bersih Narkoba
Pencanangan Desa Bersih Narkoba (Bersinar) se-Kecamatan Klaten Utara diselenggarakan di Aula Kantor Kecamatan Klaten Utara, Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Klaten, Ketua BNN Surakarta, perwakilan Forkopimda Kabupaten Klaten, staf ahli bupati, kepala OPD terkait, jajaran Forkopimcam Klaten Utara, serta tamu undangan lainnya.
Ketua BANN Kabupaten Klaten, Joko Sutrisno, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pencanangan Desa Bersinar di wilayah Klaten Utara. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat gerakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di berbagai lapisan masyarakat.
“Alhamdulillah kali ini kita canangkan Desa Bersih Narkoba (Bersinar). Semoga ke depan semakin banyak desa yang bisa kita canangkan. Sebelumnya kami sudah melaksanakan pencanangan di tingkat sekolah SMK, kali ini di tingkat desa, dan selanjutnya akan dilaksanakan di tingkat kampus. Semoga kegiatan baik ini bisa terus digalakkan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan bahwa pencanangan Desa Bersinar bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen bersama dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
“Hari ini kita menjadi saksi sejarah bagaimana komitmen bersama diwujudkan oleh masyarakat Klaten Utara. Dari 26 kecamatan dan 419 desa yang ada di Kabupaten Klaten, Klaten Utara menjadi yang pertama bersepakat untuk memulai langkah menjadi desa-desa yang bersih dari narkoba,” tutur Mas Hamenang.
Menurutnya, upaya pencegahan narkoba menjadi sangat penting mengingat Indonesia tengah mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan generasi muda yang sehat serta produktif.
“Menuju Indonesia Emas 2045, generasi muda harus kita siapkan dengan baik. Saat ini lebih dari 50 persen penduduk Kabupaten Klaten merupakan anak muda. Mereka adalah calon penerus pembangunan yang harus kita jaga agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan mereka maupun masa depan daerah,” tandasnya.
Mas Hamenang juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam memberantas peredaran narkoba, dimulai dari lingkungan terkecil yang paling dekat dengan masyarakat, yaitu desa.
“Nah, maka ini menjadi peran yang sangat strategis bagi seluruh stakeholder dan elemen masyarakat dari berbagai bidang untuk bersama-sama bergotong royong membersihkan wilayah kita dari narkoba, dimulai dari desa,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Hamenang juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Klaten saat ini berada di peringkat ke-13 peredaran narkoba di Provinsi Jawa Tengah. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius yang harus ditangani bersama melalui langkah-langkah preventif dan edukatif.
“Hari ini di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Klaten berada di peringkat ke-13 untuk peredaran narkoba. Artinya ini cukup memprihatinkan dan harus menjadi perhatian kita bersama. Saya yakin yang hadir pada kesempatan ini adalah sosok-sosok yang berpengaruh dan menjadi panutan di masyarakat. Karena itu kami memohon bantuan seluruh pihak untuk menjaga masyarakat dan anak-anak kita agar tidak terjerumus narkoba,” tegasnya.
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?