Kirab Budaya 2026 Angkat Jejak Mataram Kuno, Teguhkan Klaten sebagai Mandala Peradaban
Kirab Budaya Tahun 2026 digelar di sepanjang Jalan Pemuda, Kabupaten Klaten, Selasa (18/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten sekaligus Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Mengusung tema “Klaten Mandala Peradaban, Saka Sandyakala Tumuju Cahaya”, Kirab Budaya 2026 mengangkat kembali jejak peradaban Mataram Kuno yang memiliki keterkaitan erat dengan wilayah Klaten.
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Klaten, Purwanto, mengatakan tema tersebut menjadi ajakan bagi masyarakat untuk mengenang kembali perjalanan panjang peradaban Jawa, khususnya ketika wilayah Klaten menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan Mataram Kuno.
“Dari peninggalan candi seperti Prambanan, Candi Sewu, Plaosan, Sojiwan hingga Merak, kita belajar bahwa peradaban dibangun melalui pengetahuan, keterampilan, budaya, kerja keras, dan gotong royong,” ungkapnya.
Kirab tahun ini menghadirkan 28 kontingen yang membawa cerita tentang Mataram Kuno sesuai karakter dan potensi wilayah masing-masing. Beragam kisah dan potensi lokal ditampilkan, mulai dari kisah Roro Jonggrang di Prambanan, Gunung Merapi di Kemalang, tradisi berkah di Jatinom, sumber air di Polanharjo dan Tulung, lurik Pedan, gerabah, batik Bayat, hingga kisah Rojo Lele dan kejayaan pertanian di Delanggu. Kirab diawali dengan prosesi pembukaan agung, kemudian dilanjutkan penampilan dari seluruh kontingen. Salah satu hal yang menjadi ciri khas Kirab Budaya 2026 adalah seluruh kontingen berjalan kaki tanpa menggunakan kendaraan bermotor.
Properti berukuran besar dibawa dengan cara dipikul maupun menggunakan gerobak. Konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk memperkuat nuansa prosesi peradaban masa lampau sekaligus memberikan pengalaman budaya yang berbeda kepada masyarakat.
“Melalui karnaval ini, ingin kami sampaikan pesan bahwa peradaban tidak berhenti. Warisan budaya, keterampilan, pertanian, seni, teknologi, dan semangat gotong royong generasi terdahulu terus dilaksanakan dan terus dilestarikan oleh masyarakat Klaten,” kata Purwanto.
Purwanto pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga ketertiban, keamanan, kebersihan, dan kenyamanan selama pelaksanaan Kirab Budaya berlangsung.
“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, seniman, sekolah, sanggar, komunitas, perangkat daerah, aparat keamanan, relawan, dan seluruh masyarakat Kabupaten Klaten yang telah mendukung kegiatan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan pelaksanaan Kirab Budaya 2026 menjadi momentum untuk kembali mengenalkan kejayaan Klaten pada masa lampau kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Sore ini bersama-sama kita menyelenggarakan karnaval budaya masih dalam rangkaian Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten sekaligus dirangkaikan dengan HUT ke-81 RI. Temanya spesial karena tahun ini kita mengangkat bagaimana kejayaan kita di masa lalu kita munculkan kembali,” tuturnya.
Mas Hamenang menambahkan, menurutnya sejarah menunjukkan bahwa Klaten bukan sekadar wilayah perlintasan antara Yogyakarta dan Solo. Wilayah Klaten memiliki posisi penting dalam sejarah Mataram Kuno atau Kerajaan Medang. Ia menyebut salah satu tokoh penting dalam sejarah tersebut adalah Rakai Pikatan yang pada masanya berperan dalam pembangunan berbagai bangunan candi. Sementara itu, kisah pembangunan 1.001 candi yang berkembang di masyarakat menjadi bagian dari cerita rakyat yang tidak terlepas dari sejarah kawasan Prambanan.
“Untuk membangkitkan semangat lagi bagaimana kejayaan kita di masa lalu, maka kita memperkenalkan sejarah Klaten di masa lampau, di mana sudah ada Kerajaan Mataram Kuno,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mas Hamenang berharap kehadiran 28 kontingen dalam Kirab Budaya 2026 dapat menjadi media untuk menceritakan kembali sejarah dan potensi wilayah Klaten melalui kreativitas seni dan budaya. Selain menjadi ruang ekspresi budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran masyarakat dan wisatawan dalam kegiatan budaya diharapkan dapat menggerakkan aktivitas pelaku usaha dan UMKM di sepanjang jalur kegiatan.
“Kita berharap dengan kegiatan karnaval hari ini bisa menggerakkan roda perekonomian warga masyarakat. Di sisi lain, masyarakat juga diberi tahu sejarah panjang Kabupaten Klaten bahwa kita ini sudah pernah jaya di masa lalu,” imbuhnya.
Mengakhiri sambutannya, Mas Hamenang berharap semangat kejayaan masa lalu tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus bergotong royong membangun Klaten menjadi daerah yang semakin maju dan sejahtera.
“Insyaallah dengan spirit itu kembali lagi kita bergotong royong agar Kabupaten Klaten ke depan semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Kirab Budaya 2026 sekaligus menjadi ajakan untuk mengenang jejak peradaban masa lalu, merayakan kekuatan budaya pada masa kini, serta menatap masa depan Klaten dengan optimisme melalui semangat “Klaten Mandala Peradaban, Saka Sandyakala Tumuju Cahaya.”
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?