Bupati Klaten Resmikan Kelenteng Zhong He Miao, Perkuat Kerukunan dan Inklusivitas Daerah
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, meresmikan Rumah Ibadah Agama Khonghucu (Kelenteng Zhong He Miao) di Kawasan Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama, Grha Bung Karno, Minggu (21/6/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Klaten dalam mewujudkan daerah yang inklusif, harmonis, dan ramah bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama, suku, ras, maupun kepercayaan.
Dalam sambutannya, Mas Hamenang menyampaikan bahwa peresmian Kelenteng Zhong He Miao merupakan momen yang membahagiakan sekaligus membanggakan bagi Pemerintah Kabupaten Klaten. Menurutnya, keberadaan rumah ibadah tersebut menjadi salah satu wujud nyata cita-cita bersama untuk menjadikan Klaten sebagai kabupaten yang dapat dihuni dan dirasakan nyaman oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Alhamdulillah, apa yang menjadi kesepakatan dan cita-cita kami bersama akhirnya satu per satu dapat terwujud. Kami ingin Kabupaten Klaten menjadi kabupaten yang inklusif, yang bisa ditinggali oleh seluruh umat manusia lintas agama, lintas iman, lintas ras, dan lintas suku,” tuturnya.
Mas Hamenang menjelaskan, kawasan Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama dibangun sebagai ruang bersama yang menghadirkan berbagai rumah ibadah dalam satu kawasan. Kehadiran Kelenteng Zhong He Miao melengkapi fasilitas yang telah disiapkan pemerintah daerah sebagai sarana untuk memperkuat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama. Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, yang turut mendukung terwujudnya pemanfaatan rumah ibadah tersebut.
“Kami sudah menyiapkan bangunannya, kemudian dibutuhkan kolaborasi agar tempat-tempat ibadah ini benar-benar dapat digunakan sebagaimana mestinya. Alhamdulillah, melalui sinergi bersama FKUB Kabupaten Klaten, hari ini Kelenteng Zhong He Miao tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh umat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mas Hamenang menyampaikan bahwa kawasan tersebut ke depan tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga akan dikembangkan sebagai pusat edukasi kerukunan umat beragama. Melalui kawasan ini, masyarakat, pelajar, maupun pengunjung diharapkan dapat belajar mengenai pentingnya toleransi, keberagaman, dan kehidupan yang harmonis di tengah perbedaan.
“Kompleks ini tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya rumah-rumah ibadah dari berbagai agama, tetapi juga akan kami kembangkan sebagai pusat edukasi kerukunan umat beragama. Kami ingin nilai-nilai toleransi dan kebersamaan terus tumbuh dan menjadi budaya masyarakat Klaten,” jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kerukunan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam mewujudkan Kabupaten Klaten yang maju dan harmonis.
“Mohon doa dan dukungannya agar pariwisata Kabupaten Klaten semakin berkembang, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kerukunan yang terjaga dan kesejahteraan yang meningkat, insyaallah kehidupan masyarakat akan menjadi semakin baik,” pungkas Mas Hamenang.
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?