Bupati Klaten Hadiri Pertemuan Bidan Senior se-Soloraya, Dorong Percepatan Penurunan Stunting

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo menghadiri pertemuan Bidan Senior se-Soloraya yang digelar di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Rabu (13/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan peran bidan dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak, khususnya penanganan stunting.

Bupati Klaten Hadiri Pertemuan Bidan Senior se-Soloraya, Dorong Percepatan Penurunan Stunting

Pada kesempatan tersebut, Mas Hamenang menegaskan bahwa peran bidan tidak hanya berfokus pada proses persalinan, tetapi juga penting dalam mengawal kesehatan dan pemenuhan gizi ibu hamil hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak.
“Harapannya tentu bidan tidak hanya kemudian fokus terhadap proses menuju kelahiran, tetapi juga bagaimana mengontrol gizi ibu hamil sampai dengan 1.000 hari pertama setelah anak lahir. Sehingga harapannya ada terobosan-terobosan dari para bidan agar stunting di Kabupaten Klaten bisa segera turun,” tuturnya.

Mas Hamenang berharap angka stunting di Kabupaten Klaten dapat terus ditekan hingga berada di bawah dua digit, bahkan secara bertahap menuju nol persen. Saat ini, angka stunting di Kabupaten Klaten berada di kisaran 13 persen.
“Tentu ini membutuhkan kerja sama seluruh stakeholder terkait, termasuk Ikatan Bidan Indonesia dan para bidan senior. Insyaallah kalau kita gotong royong bersama-sama dan semua stakeholder melaksanakan tugasnya masing-masing, angka stunting pasti bisa turun,” imbuhnya.

Ia juga menekankan pentingnya validitas data dalam penanganan stunting agar pemerintah dapat mengetahui secara rinci persoalan yang terjadi di setiap wilayah.
“Kita ingin datanya benar-benar real, tidak ada yang ditutup-tutupi. Dengan pendataan yang detail, kita tahu persoalan di wilayah mana yang harus segera ditangani,” ungkap Mas Hamenang.

Lebih lanjut, Mas Hamenang juga mengapresiasi dedikasi para bidan senior yang telah mengabdi di tengah keterbatasan teknologi pada masanya. Menurutnya, pengalaman dan nilai kemanusiaan yang dimiliki para bidan senior perlu diwariskan kepada generasi bidan saat ini.
“Di zaman beliau-beliau ini masih minim teknologi, tetapi bisa bekerja dengan luar biasa. Semangat dan sisi kemanusiaannya inilah yang harus ditularkan kepada para bidan hari ini. Insyaallah transfer ilmu dan pengalaman ini akan membuat para bidan dan tenaga kesehatan menjadi lebih baik dari sebelumnya,” lanjutnya.

Terakhir, ia berharap pelayanan kesehatan ke depan tidak hanya mengandalkan kecanggihan teknologi, tetapi juga tetap mengedepankan nilai kemanusiaan dalam melayani masyarakat.


(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)

Dokumentasi/Foto lainnya :

↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓


Click Here To See More

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0