Bupati Klaten Apresiasi Kreativitas Petani Milenial Juwiring

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meninjau langsung karya Tanbo Art di area persawahan Desa Juwiring, Kecamatan Juwiring, Rabu (29/7/2026). Karya seni yang memanfaatkan hamparan sawah tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah viral di media sosial karena menampilkan tema dan wajah Bupati Klaten sebagai bentuk perayaan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten.

Bupati Klaten Apresiasi Kreativitas Petani Milenial Juwiring

Tanbo Art tersebut merupakan karya Prihatnyo Ruli Hermawan, seorang petani milenial sekaligus seniman asal Juwiring. Karya itu dibuat di lahan sawah seluas kurang lebih 1.700 meter persegi dengan memanfaatkan perpaduan dua varietas padi, yakni Black Madras yang berwarna hitam keunguan dan Cibatu yang berwarna hijau. Dari ketinggian, perpaduan kedua varietas tersebut membentuk pola wajah Bupati Klaten dan tema “Sahita Hamemayu Raharja”.

Ruli menjelaskan, meskipun varietas Black Madras memiliki warna tanaman yang gelap, beras yang dihasilkan tetap berwarna putih. Ia mengaku karya tersebut dibuat sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten sekaligus mengampanyekan pentingnya regenerasi petani agar semakin banyak generasi muda tertarik menekuni sektor pertanian.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengaku tertarik datang langsung ke lokasi setelah melihat Tanbo Art tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
"Hari ini kami berkunjung ke sini karena beberapa hari ini viral di media sosial. Dari atas terlihat ada tema hari jadi “Sahita Hamemayu Raharja” sekaligus gambar saya. Awalnya saya penasaran siapa pembuatnya, ternyata beliau ini, seorang petani milenial sekaligus seniman," tuturnya.

Menurutnya, Tanbo Art yang dibuat Ruli berbeda dengan fenomena crop circle karena tidak merusak tanaman padi. Pola yang terbentuk dihasilkan melalui penataan dua varietas padi dengan warna yang berbeda sehingga tetap dapat dipanen sebagaimana tanaman pada umumnya.
"Beliau membuat karya ini tanpa merusak tanaman. Kalau crop circle biasanya tanamannya dirusak, sedangkan Tanbo Art ini memanfaatkan dua varietas padi yang memang memiliki warna berbeda sehingga membentuk pola tertentu. Ini menjadi kado yang sangat istimewa untuk Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten," kata Mas Hamenang.

Lebih lanjut, Mas Hamenang menyampaikan apresiasi atas kreativitas yang ditunjukkan oleh Ruli. Menurutnya, karya tersebut membuktikan bahwa sektor pertanian dapat dipadukan dengan seni dan inovasi sehingga mampu menarik perhatian masyarakat luas.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kado untuk Kabupaten Klaten melalui Tanbo Art ini. Semoga karya ini dapat memancing minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian sehingga regenerasi petani di Kabupaten Klaten, khususnya di Kecamatan Juwiring, dapat terus berjalan. Dengan demikian, upaya menjaga ketahanan pangan juga bisa kita lakukan bersama-sama," imbuhnya.

Setelah melihat secara langsung, Mas Hamenang mengaku takjub dengan teknik yang digunakan dalam pembuatan Tanbo Art. Keberadaan Tanbo Art di Desa Juwiring tidak hanya menjadi daya tarik baru bagi masyarakat, tetapi juga menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki ruang yang luas untuk berinovasi.
"Awalnya saya mengira ini seperti crop circle, tetapi ternyata dibentuk dari dua varietas padi yang berbeda warna. Dibutuhkan teknik yang sangat khusus untuk menghasilkan pola seperti ini. Kalau bukan seorang seniman, tentu tidak mudah membuat karya seperti ini," ungkapnya.


(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)

Dokumentasi/Foto lainnya :

↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓


Click Here To See More

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0