Komisi IV DPR RI Panen Raya di Klaten, Perkuat Sinergi Wujudkan Swasembada Pangan
Bupati Klaten mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI dalam Kunjungan Kerja Spesifik sekaligus Panen Raya Padi di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Jumat pagi (10/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI beserta anggota Komisi IV DPR RI, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Direktur Utama Perum BULOG, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, penyuluh pertanian, gabungan kelompok tani (Gapoktan), PUD, PPTS, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan selamat datang dan apresiasi atas kunjungan Komisi IV DPR RI ke Kabupaten Klaten. Menurutnya, kehadiran jajaran Komisi IV DPR RI menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi Pemerintah Kabupaten Klaten untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan nasional.
"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Klaten dan seluruh masyarakat mengucapkan sugeng rawuh kepada Ibu Ketua beserta seluruh jajaran Komisi IV DPR RI. Kehadiran Bapak dan Ibu merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pembangunan sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan nasional," tutur Mas Hamenang.
Ia menjelaskan, Kabupaten Klaten dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Jawa Tengah, yang sejak dahulu terkenal melalui Beras Delanggu dan varietas Rojolele. Di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata dan pembangunan, Pemerintah Kabupaten Klaten tetap berkomitmen menjaga keberadaan lahan pertanian melalui penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai upaya mengendalikan alih fungsi lahan.
Menurut Mas Hamenang, regenerasi petani menjadi tantangan besar yang harus dihadapi ke depan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar sektor pertanian semakin diminati generasi muda.
"Kami berharap sinergi dan kolaborasi ini terus berlanjut. Dengan dukungan pemerintah pusat, kami optimistis industri pertanian di Kabupaten Klaten akan semakin berkembang dan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian," katanya.
Mas Hamenang juga memaparkan sejumlah capaian sektor pertanian di Kabupaten Klaten. Saat ini Kabupaten Klaten memiliki luas baku sawah mencapai 29.670 hektare. Pada tahun 2026 ditargetkan luas panen padi mencapai 67.303 hektaredengan target produksi gabah kering sebanyak 370.426 ton. Selain itu, target luas tambah tanam padi tahun ini sebesar 99.401 hektare, sementara hingga saat ini telah terealisasi 87.023 hektare. Khusus di Desa Wonosari, panen raya dilaksanakan pada hamparan seluas 30 hektare dari total areal persawahan desa sekitar 106,8 hektare.
Lebih lanjut, Mas Hamenang menambahkan, salah satu keunggulan pertanian Klaten adalah kemampuan petani melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun dengan pola tanam yang mulai dikombinasikan antara padi, palawija maupun tembakau untuk menekan serangan hama dan meningkatkan produktivitas.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengapresiasi capaian produktivitas pertanian di Kabupaten Klaten yang dinilai sangat baik. Ia menyebut hasil panen di wilayah tersebut mampu mencapai lebih dari 10 ton per hektare, sehingga menjadi salah satu contoh keberhasilan sektor pertanian nasional.
"Selamat kepada para petani di Kabupaten Klaten. Semoga panen raya hari ini membawa berkah bagi para petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras para petani, penyuluh, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan seluruh pihak yang selama ini bekerja bersama," ungkap Titiek.
Titiek menegaskan, Presiden Republik Indonesia telah menetapkan swasembada pangan sebagai agenda strategis nasional. Karena itu, berbagai tantangan seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga meningkatnya biaya produksi harus dijawab melalui pembangunan pertanian yang terpadu, modern, serta berpihak kepada petani.
Menurutnya, Komisi IV DPR RI berkomitmen terus mengawal kebijakan dan anggaran sektor pertanian agar setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi petani.
"Keberhasilan swasembada pangan harus berjalan seiring dengan meningkatnya kesejahteraan petani. Petani harus menjadi pihak pertama yang merasakan manfaat dari setiap kebijakan pangan nasional. Komisi IV DPR RI akan terus mengawal agar pembangunan pertanian semakin produktif, modern, dan berpihak kepada petani," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada kelompok tani berupa drone pertanian, hand sprayer, pupuk sebanyak 108 ton, pompa air, timbangan digital, serta berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian lainnya. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Klaten sebagai salah satu penyangga pangan utama di Provinsi Jawa Tengah maupun tingkat nasional.
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?