Klaten dan Gayo Lues Resmi Jalin Kerja Sama Pengembangan Pertanian dan Perkebunan
Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama di bidang pertanian dan perkebunan. Penandatanganan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten di Alun-Alun Kabupaten Klaten, Selasa (28/7/2026). Kesepakatan ini menjadi tonggak awal sinergi kedua daerah dalam mengembangkan potensi unggulan masing-masing, sekaligus mempererat hubungan persaudaraan yang telah terjalin sejak Pemerintah Kabupaten Klaten memberikan bantuan kepada Kabupaten Gayo Lues saat mengalami bencana.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Upacara Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten yang sekaligus menjadi momentum lahirnya kerja sama antardaerah.
"Alhamdulillah pagi ini kita bersama-sama bisa menyelenggarakan Upacara Hari Jadi Kabupaten Klaten yang ke-222. Hari jadi tahun ini menjadi semakin spesial karena kita dihadiri tamu-tamu istimewa, salah satunya Bupati Gayo Lues dari Aceh. Berawal dari kepedulian saat terjadi bencana, kini terjalin tali persaudaraan yang luar biasa dan hari ini kita menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Kabupaten Klaten dan Kabupaten Gayo Lues," ujar Mas Hamenang.
Mas Hamenang menjelaskan, pada tahap awal kerja sama difokuskan pada sektor pertanian dan perkebunan. Penentuan sektor tersebut merupakan hasil dari kunjungan Bupati Gayo Lues selama dua hari di Kabupaten Klaten untuk melihat secara langsung berbagai potensi daerah yang dapat dikembangkan bersama.
"Fase pertama ini kita mulai dari bidang pertanian dan perkebunan. Ke depan tentu kerja sama ini bisa kita kembangkan ke sektor-sektor lainnya sesuai potensi yang dimiliki kedua daerah," katanya.
Menurutnya, salah satu peluang besar yang akan dikembangkan adalah sektor kopi. Kabupaten Gayo Lues dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi Arabika Gayo, sementara Kabupaten Klaten juga memiliki potensi pengembangan kopi, khususnya di kawasan lereng Merapi.
"Gayo Lues merupakan salah satu penghasil kopi yang luar biasa. Klaten juga pernah memiliki kejayaan di bidang kopi. Melalui kerja sama ini kami berharap potensi tersebut dapat dikembangkan kembali. Apalagi tren konsumsi kopi saat ini terus meningkat di seluruh Indonesia sehingga menjadi peluang ekonomi yang sangat besar," ungkap Mas Hamenang.
Sementara itu, Bupati Gayo Lues Suhaidi menyampaikan bahwa kerja sama antara kedua kabupaten merupakan tindak lanjut dari kolaborasi yang telah dibangun antara Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Dari Aceh diwakili Kabupaten Gayo Lues dan dari Jawa Tengah diwakili Kabupaten Klaten. Ada beberapa bidang yang akan kita kerja samakan, terutama pertanian, perkebunan, dan ke depan juga pariwisata," ujarnya.
Suhaidi menilai Kabupaten Klaten memiliki banyak praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi Kabupaten Gayo Lues, terutama dalam pengembangan sektor pertanian, pengelolaan hasil pertanian, dan pengembangan desa wisata.
Ia mengungkapkan bahwa selama berada di Kabupaten Klaten, dirinya mengunjungi sejumlah lokasi, termasuk unit pengolahan beras dan kawasan lereng Merapi untuk melihat potensi pengembangan kopi.
"Kami melihat sistem pengolahan pertanian di Klaten sangat baik dan insyaallah akan kami adopsi di Kabupaten Gayo Lues. Saya juga berkesempatan mengunjungi lereng Merapi dan melihat potensi pengembangan kopi yang sangat bagus. Saya berharap masyarakat semakin termotivasi untuk mengembangkan kopi karena komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan pasar yang sangat menjanjikan," jelasnya.
Lebih lanjut Suhaidi, Kabupaten Gayo Lues bersama Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah merupakan tiga daerah penghasil utama Kopi Arabika Gayo yang telah dikenal luas. Pengalaman tersebut diharapkan dapat dibagikan kepada Kabupaten Klaten dalam pengembangan komoditas kopi di masa mendatang.
Ia juga mengapresiasi capaian pembangunan Kabupaten Klaten yang telah memasuki usia ke-222 tahun.
"Klaten adalah kabupaten yang sudah berhasil di berbagai bidang. Kami yang baru berusia 24 tahun tentu ingin banyak belajar dari Kabupaten Klaten agar ke depan mampu menjadi daerah yang lebih mandiri. Potensi yang kami miliki tidak jauh berbeda, tinggal bagaimana pengelolaannya diperkuat melalui kolaborasi seperti ini," katanya.
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?