Hadiri Kirab Pagar Banyu, Bupati Klaten Dorong Kampung Siluman Jadi Destinasi Wisata Konservasi Unggulan

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menghadiri kegiatan Kirab Pagar Banyu yang digelar masyarakat Kampung Siluman, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang telah diselenggarakan enam kali berturut-turut tersebut menjadi wujud komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melestarikan seni dan budaya lokal.

Hadiri Kirab Pagar Banyu, Bupati Klaten Dorong Kampung Siluman Jadi Destinasi Wisata Konservasi Unggulan

Dalam kesempatan tersebut, Mas Hamenang mengapresiasi semangat warga Kampung Siluman yang secara konsisten menggelar Kirab Pagar Banyu sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan sumber mata air dan kawasan tangkapan air di lereng Merapi.
"Hari ini kami menghadiri undangan warga Kampung Siluman yang luar biasa. Ternyata sudah enam kali berturut-turut menyelenggarakan Kirab Pagar Banyu. Ini merupakan wujud nyata bagaimana masyarakat menjaga kelestarian alam, memastikan sumber-sumber air di bawah tetap terjaga dengan merawat kawasan tangkapan air yang berada di wilayah atas," tuturnya.

Selain membawa pesan konservasi lingkungan, Kirab Pagar Banyu juga menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya yang menjadi identitas masyarakat setempat. Menurut Hamenang, potensi tersebut dapat menjadi daya tarik wisata yang unik dan berbeda di Kabupaten Klaten.

Ia menilai Kampung Siluman memiliki modal besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata berbasis alam, budaya, dan edukasi lingkungan. Terlebih, kawasan tersebut sebelumnya berhasil meraih Juara I Anugerah Pariwisata Indonesia, yang semakin mengukuhkan potensinya sebagai destinasi unggulan.
"Kampung Siluman memiliki potensi yang sangat besar. Selain memiliki kegiatan budaya dan seni yang menarik, kawasan ini juga mempunyai nilai konservasi yang kuat. Harapannya ke depan bisa menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Klaten," katanya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Klaten akan mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan potensi wisata Kampung Siluman secara berkelanjutan. Bahkan, sejumlah agenda dan event khusus tengah disiapkan agar kawasan tersebut semakin dikenal luas oleh masyarakat. Menurut Mas Hamenang, pengembangan wisata di Kampung Siluman tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga harus sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan, khususnya menjaga kawasan tangkapan air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

"Kami ingin wisata yang berkembang di sini tidak hanya menjual objek wisata semata, tetapi juga mengedukasi tentang pentingnya menjaga alam. Daerah tangkapan air harus tetap lestari agar sumber mata air di wilayah bawah tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Keunikan lain yang dimiliki Kampung Siluman adalah sejarahnya sebagai bekas permukiman yang terdampak erupsi Merapi pada sekitar tahun 1930-an dan kemudian ditinggalkan. Jejak sejarah tersebut dinilai menjadi cerita menarik yang dapat memperkuat daya tarik wisata kawasan ini.
"Kampung Siluman memiliki cerita yang unik. Dahulu merupakan sebuah perkampungan yang terdampak erupsi dan kemudian ditinggalkan. Kisah sejarah seperti ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," ungkapnya.

Mas Hamenang juga melihat potensi besar Kampung Siluman untuk dikembangkan seiring meningkatnya tren sport tourism dan wisata minat khusus. Jalur alam yang dimiliki kawasan tersebut dinilai sangat cocok untuk kegiatan tracking, jelajah alam, maupun wisata edukatif berbasis lingkungan.

Pada kesempatan itu, Mas Hamenang menegaskan pentingnya menjaga identitas Kabupaten Klaten sebagai daerah yang dikenal dengan julukan "Kabupaten 1001 Mata Air". Menurutnya, pelestarian kawasan hulu menjadi kunci utama untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air di seluruh wilayah Klaten.
"Kita ingin memastikan seluruh mata air di Kabupaten Klaten tetap terjaga. Jangan sampai debit air semakin berkurang. Syukur-syukur ke depan justru semakin bertambah. Dengan begitu, alam Klaten tetap sejuk, air tetap berlimpah, dan masyarakat semakin nyaman tinggal di Kabupaten Klaten," ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antar pemangku kepentingan yang mulai terbangun di Kampung Siluman diharapkan dapat menjadi model pengelolaan kawasan konservasi dan wisata berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain.
"Daerah tangkapan air kita jaga, kita lestarikan, sekaligus kita kenalkan kepada masyarakat luas. Dengan kolaborasi antara kawasan hulu, tengah, dan hilir, manfaatnya akan dirasakan bersama oleh masyarakat. Inilah semangat yang ingin terus kita bangun untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan warga," pungkasnya.


(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)

Dokumentasi/Foto lainnya :

↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓


Click Here To See More

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0