Delegasi Mancanegara Hadiri 35th International Cycling History Conference di Klaten

Plenary Session 35th International Cycling History Conference (ICHC) resmi diselenggarakan di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Senin pagi (18/5/2026). Kegiatan internasional tersebut dihadiri belasan delegasi dari berbagai negara yang hadir untuk mengikuti forum sejarah sepeda tingkat dunia.

Delegasi Mancanegara Hadiri 35th International Cycling History Conference di Klaten

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan kehormatan atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Klaten sebagai tuan rumah penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC).
“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami bahwa Klaten dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference,” tuturnya.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Mei 2026 di Pendopo Kabupaten Klaten yang memiliki nilai historis dan budaya sebagai pusat kegiatan pemerintahan sekaligus ruang pertemuan masyarakat.

Lebih lanjut, Mas Hamenang menjelaskan bahwa konferensi tersebut menjadi bagian utama dari rangkaian Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 yang mengintegrasikan olahraga, sejarah, budaya, pendidikan, dan pariwisata dalam satu perhelatan internasional. Menurutnya, International Cycling History Conference bukan sekadar forum ilmiah, tetapi menjadi ruang bertemunya gagasan, pengetahuan, dan pengalaman lintas negara mengenai perjalanan panjang sejarah sepeda di dunia.

“Sepeda telah melalui evolusi panjang dalam sejarah peradaban manusia. Dari bentuk awalnya sebagai alat sederhana tanpa pedal hingga menjadi kendaraan modern yang ramah lingkungan, sepeda telah menjadi simbol inovasi, mobilitas, kebebasan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan hidup,” imbuh Mas Hamenang.

Melalui konferensi tersebut, para peserta tidak hanya membahas aspek historis dunia persepedaan, tetapi juga menggali nilai sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan yang melekat dalam perkembangan sepeda dari masa ke masa. Forum internasional ini juga menjadi wadah memperkuat kolaborasi antara akademisi, peneliti, komunitas sepeda, dan pemerhati sejarah dari berbagai negara.

Mas Hamenang pun menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta internasional yang membawa perspektif, penelitian, dan pengalaman berharga.
“Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian menunjukkan bahwa sejarah sepeda bukan hanya milik satu bangsa, tetapi merupakan warisan bersama umat manusia,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Mas Hamenang turut memperkenalkan potensi Kabupaten Klaten yang memiliki keindahan alam, panorama Gunung Merapi, sumber mata air alami, serta kekayaan budaya dan tradisi masyarakat yang masih terjaga hingga saat ini. Ia berharap para peserta konferensi dapat merasakan langsung suasana dan keramahan masyarakat Kabupaten Klaten selama mengikuti kegiatan.

Selain itu, Mas Hamenang juga mengajak masyarakat Klaten untuk semakin mencintai sepeda dan membiasakan penggunaan sepeda sebagai alat transportasi sehari-hari, khususnya untuk jarak dekat.
“Dengan menggunakan sepeda, kita bisa menjaga kesehatan, menghemat energi, sekaligus membantu mengurangi polusi udara di wilayah,” ujarnya.

Terakhir, Mas Hamenang menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, narasumber, dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan internasional tersebut. Ia berharap 35th International Cycling History Conference dapat berjalan lancar, sukses, dan memberikan manfaat besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan, sejarah, serta mempererat persahabatan antarnegara.


(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)

Dokumentasi/Foto lainnya :

↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓


Click Here To See More

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0