Bupati Klaten Dorong Optimalisasi JKN dan Peningkatan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat

Pertemuan Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan (Faskes) Kabupaten Klaten Tahun 2026 diselenggarakan di Ruang Diskominfo Kabupaten Klaten, Senin siang (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Bupati Klaten Dorong Optimalisasi JKN dan Peningkatan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Klaten, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten, Komisi IV DPRD Kabupaten Klaten, kepala OPD terkait, jajaran BPJS Kesehatan, Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Komisariat Soloraya, serta perwakilan fasilitas kesehatan di Kabupaten Klaten.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali, Deddy Febrianto, menyampaikan bahwa forum kemitraan menjadi wadah untuk membahas berbagai aspek penyelenggaraan JKN, mulai dari penjaminan layanan hingga kesiapan sarana dan prasarana kesehatan di Kabupaten Klaten.
“Hari ini kami menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan penjaminan pelayanan kesehatan yang telah diberikan serta kondisi sarana, prasarana, dan pengelolaan Program JKN di wilayah Kabupaten Klaten,” ujarnya.

Deddy menjelaskan, saat ini terdapat 139 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di Kabupaten Klaten. Sementara untuk Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), yang meliputi rumah sakit, klinik utama, dan balai kesehatan masyarakat, terdapat 14 fasilitas yang telah bekerja sama.

Meski demikian, masih terdapat beberapa wilayah yang membutuhkan penambahan fasilitas kesehatan, khususnya layanan dokter gigi di tingkat FKTP. Selain itu, dari total 34 puskesmas di Kabupaten Klaten, baru Puskesmas Jogonalan I yang memenuhi rasio ideal dokter terhadap peserta JKN, yakni satu dokter untuk setiap 5.000 peserta. Untuk layanan rumah sakit, Deddy menilai secara umum rasio ketersediaan tempat tidur sudah mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan yang cukup tipis pada ketersediaan tempat tidur kelas III dibandingkan dengan jumlah pasien yang membutuhkan layanan tersebut.

“Hal ini perlu menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan mutu pelayanan kesehatan di tingkat pertama,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan juga memberikan apresiasi kepada Puskesmas Jogonalan I yang berhasil masuk tiga besar penilaian tingkat regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kami mengapresiasi Puskesmas Jogonalan I yang berhasil masuk tiga besar tingkat regional Jawa Tengah dan DIY. Semoga pada tahun mendatang dapat meningkatkan prestasinya dan menembus tingkat nasional,” katanya.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan atas terselenggaranya forum yang dinilai sangat strategis dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Klaten.
“Kegiatan ini sangat penting karena menjadi ruang evaluasi bersama terkait fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Klaten, pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional, dan berbagai langkah perbaikan yang perlu dilakukan ke depan,” tuturnya.

Mas Hamenang mengungkapkan Program JKN merupakan salah satu program strategis pemerintah yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat karena berkaitan dengan kebutuhan dasar di bidang kesehatan.
“Jaminan kesehatan merupakan program yang sangat luar biasa karena menyentuh salah satu kebutuhan paling mendasar masyarakat, yaitu kesehatan. Alhamdulillah, tingkat kepesertaan JKN di Kabupaten Klaten saat ini sudah mencapai sekitar 99 persen,” ungkapnya.

Meski capaian tersebut tergolong tinggi, Pemerintah Kabupaten Klaten terus berupaya meningkatkan cakupan kepesertaan agar seluruh masyarakat dapat memperoleh perlindungan kesehatan secara menyeluruh. Mas Hamenang juga meminta seluruh pihak untuk terus memperkuat koordinasi dan evaluasi program selama tahun 2026 sebagai langkah persiapan menuju peningkatan pelayanan kesehatan pada tahun 2027.

“Harapan kami ke depan tentu seluruh warga Kabupaten Klaten dapat tercover JKN. Kami ingin ada kolaborasi yang lebih kuat antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah sehingga mulai tahun 2027, masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan namun belum memiliki kepesertaan BPJS dapat segera dibantu,” imbuhnya.

Terakhir, Mas Hamenang juga mengapresiasi pelaksanaan program Spesialis Keliling (Speling) yang dinilai berjalan dengan baik dan mampu mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Ia berharap Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Faskes Kabupaten Klaten Tahun 2026 mampu menghasilkan berbagai kesepahaman dan kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Klaten.

“Kolaborasi program Speling selama ini berjalan dengan baik. Ke depan jangkauannya perlu diperluas agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Program ini juga perlu terus disosialisasikan agar masyarakat mengetahui bahwa selain layanan kesehatan gratis, Kabupaten Klaten juga memiliki program Speling. Terakhir, semoga forum ini dapat menghasilkan kesepakatan dan kebijakan yang tepat sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Klaten semakin baik, merata, dan berkualitas,” pungkasnya.


(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)

Dokumentasi/Foto lainnya :

↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓


Click Here To See More

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0