Bupati Klaten Ajak Seluruh Stakeholder Perkuat Budaya Antikorupsi Melalui Pariwara Antikorupsi 2026
Pemkab Klaten melalui Inspektorat Kabupaten Klaten menggelar Sosialisasi dan Kick Off Pariwara Antikorupsi Kabupaten Klaten Tahun 2026 di New Merapi Resto Klaten, Selasa (30/6/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen dukungan oleh Forkopimda Kabupaten Klaten dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten sebagai bentuk penguatan komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Klaten, Forkopimda Kabupaten Klaten, Inspektur Kabupaten Klaten, kepala OPD, camat, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Inspektur Kabupaten Klaten, Agus Suprapto, menjelaskan bahwa Pariwara Antikorupsi Tahun 2026 mengusung tema "Bersama Lawan Korupsi, Berkarya dengan Prestasi, Wujudkan Klaten Cerdas Berintegritas." Menurutnya, gerakan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya nilai-nilai antikorupsi dan integritas, menumbuhkan budaya antikorupsi di lingkungan pemerintahan, mendorong partisipasi seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan korupsi, serta memperkuat komitmen aparatur pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Agus juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025, Kabupaten Klaten memperoleh skor 73,97 dan telah berada pada zona hijau. Meski demikian, upaya pencegahan korupsi harus terus diperkuat mengingat pemerintah daerah merupakan penyelenggara layanan publik yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa Sosialisasi dan Kick Off Pariwara Antikorupsi bukan sekadar agenda seremonial ataupun kegiatan rutin tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat semangat bersama dalam mengampanyekan budaya antikorupsi di Kabupaten Klaten.
"Pariwara Antikorupsi ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi spirit kebersamaan kita untuk terus menggelorakan gerakan antikorupsi di Kabupaten Klaten. Budaya antikorupsi harus menjadi bagian dari keseharian, baik di lingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat," tuturnya.
Mas Hamenang mengapresiasi capaian Kabupaten Klaten pada tahun 2025 yang memperoleh apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia atas komitmen dalam penguatan integritas. Namun demikian, ia mengingatkan agar seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri.
"Prestasi yang telah kita raih adalah hasil komitmen bersama. Namun, itu bukan alasan untuk berhenti. Justru harus menjadi motivasi agar kita semakin semangat dan semakin giat membangun budaya antikorupsi di Kabupaten Klaten," ujarnya.
Lebih lanjut, Mas Hamenang juga mendorong agar pelaksanaan Pariwara Antikorupsi Tahun 2026 semakin inovatif dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Berbagai kegiatan kreatif, seperti lomba video kampanye antikorupsi maupun Festival Antikorupsi yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya, diharapkan terus dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat.
"Kegiatan tahun ini harus lebih baik dari sebelumnya. Informasi mengenai Pariwara Antikorupsi harus semakin luas sehingga semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi. Gerakan ini tidak boleh berhenti hanya pada pencanangan atau perlombaan, tetapi harus menghasilkan perubahan nyata dalam membangun budaya antikorupsi," tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan gerakan antikorupsi hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh elemen, mulai dari Forkopimda, perangkat daerah, hingga masyarakat. Ia optimistis, dengan komitmen bersama, budaya integritas akan semakin kuat dan mendukung terwujudnya Kabupaten Klaten yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
"Jika budaya antikorupsi terus kita perkuat, kampanye integritas semakin masif, dan tata kelola pemerintahan terus kita benahi, insyaallah cita-cita mewujudkan Kabupaten Klaten yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan akan semakin mudah kita capai. Yang terpenting bukan hanya output kegiatan, tetapi outcome berupa berkurangnya praktik-praktik yang tidak baik melalui kolaborasi seluruh stakeholder," pungkas Mas Hamenang.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Kick Off Pariwara Antikorupsi Kabupaten Klaten Tahun 2026 oleh Bupati Klaten bersama Forkopimda dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat budaya antikorupsi di Kabupaten Klaten.
(Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Dokumentasi/Foto lainnya :
↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Click Here To See More
What's Your Reaction?